Wakapolres Kota Mojokerto Kompol Iwan Sebastian membeber pelaku perdagangan manusia, Alfian Zulfikri (39), yang tega menjual istrinya untuk melayani hubungan seks bertiga dengan pria hidung belang melalui jejaring sosial twitter.

IM.com – Perbuatan suami asal Gresik, Alfian Zulfikri (39), sungguh biadab. Dia tega menjual istrinya melalui akun twitter untuk melayani hubungan seks bertiga (threesome) dengan pria hidung belang.

Terlebih, saat itu istri pelaku sedang haid. Keadaan sang istri yang sedang hamil itu diketahui dari adanya bercak darah kehitaman di handuk yang dia gunakan.

Perbuatan tercela pria yang sehari-sehari bekerja sebagai sopir truk itu terungkap saat polisi menggerebeknya di sebuah kamar hotel di Kota Mojokerto, Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.30 WIB.

“Menstruasi kok mbok dol (kamu jual) bro..bro… Kamu itu tega sekali, hati nuranimu itu dimana?,” tandas Wakapolresta Mojokerto Kompol Iwan Sebastian kepada pelaku di hadapan awak media, Selasa (12/1/2020).


Saat digerebek, tersangka bersama istrinya, dan seorang pria hidung belang dalam keadaan bugil diduga usai melakukan hubungan intim. Ketiganya kemudian dibawa ke Mapolresta Mojokerto dan menjalani pemeriksaan intensif.

Iwan menjelaskan, tersangka menjajakan istrinya kepada pria hidung belang melalui media sosial Twitter. Pelaku menawarkan beberapa jenis layanan seks tidak wajar, seperti hubungan intim bertiga (threesome) dan berempat (foursome) atau tukar pasangan (swinger) dengan istrinya.

“Dia (pelaku) menjual istrinya untuk melakukan threesome dengan tarif Rp 1,5 juta durasi 2 jam. Pelaku juga menawarkan foursome dan swimger namun belum ada yang deal,” terang Iwan.

Dalam penggerebekan itu kami menyita dua kondom bekas pakai, satu dompet warna cokelat, uang tunai Rp 1,5 juta, satu ponsel pintar. Kemudian, motor Yamaha Mio Soul, , serta satu seprai yang ada bercak darah dan selimut.

Akibat perbuatannya, Alfian dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Pasal 296 dan 506 KUHP ancaman hukuman 15 tahun penjara. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here