Tulisna tangan berisi pesan terakhir korban Nur Hayat, warga Desa/Kecamatan Pungging sebelum menghilang dengan meninggalkan sepeda motor di ata Jembatan Ngrame, Jalan Raya Mojosari-Krian, RAbu (3/2/2021) lalu hingga ditemukan meninggal dunia, Sabtu (6/2/2021).

IM.com – Dugaan bunuh diri pemilik sepeda motor Yamaha Vega nopol S 3613 NA di jembatan Ngrame, Jalan Raya Mojosari-Krian yang menghilang beberapa hari lalu, terbukti. Korban Nur Hayat ditemukan mengambang tak bernyawa di muara sungai Pulau Lusi, Tlocor, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (6/2/2021) siang.

Berdasar keterangan pihak keluarga, jasad korban ditemukan  sekitar pukul 10.30 WIB.  Jenazahnya langsung dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo.

“Almarhum ditemukan di sungai di Pulau Lusi, Jabon langsung dibawa ke RS Bhayangkara Porong. Keluarga baru terima kabar jam 12.00 siang,” kata Darwin, keponakan ipar korban.

Setelah dilakukan autopsi dan dimandikan di  rumah sakit milik Polri, jasad anak sulung dari tiga bersaudara itu dijemput pihak keluarga dan tiba di rumah duka pukul 19.00 WIB. Jenazahnya kemudian dimakamkan sekitar pukul 19.30 WIB.

“Kami kurang tahu proses ditemukannya bagaimana, karena tidak ikut ke lokasi. Keluarga tahunya jenazah almarhum sudah didalam peti mati dan siap dimakamkan. Alhamdulillah, yang penting sudah ditemukan dan bisa dimakamkan,” ujar pria yang tinggal di Kecamatan Trawas ini.

Darwin menuturkan, korban bekerja di peternakan kelinci miliknya di Trawas. Namun setiap hari Nur Hayat pulang ke rumah orang tuanya di Desa Pungging.

“Orang tuanya hanya tinggal ibu. Sehari-hari ibunya bekerja di pabrik,” ucapnya.

Sebelumnya, warganet Mojosari ramai memperbincangkan keberadaan sepeda motor misterius yang terparkir di Jembatan Ngrame, Kecamatan Pungging pada Rabu (3/2/2021) pagi. Dari postingan seorang netizen di grup Facebook Info Seputar Mojosari (SIM), pemilik motor Yamaha Vega warna oranye itu menghilang dan diduga bunuh diri dengan terjun ke Sungai Brantas. (Baca: Diduga Bunuh Diri, Pemilik Sepeda Motor Terparkir di Jembatan Ngrame Belum Ditemukan).

“DULUR MOHON INFORMASI, YG LEWAT JMBATAN NGRAME, YG MELIHAT ADA ANAK MUDA PDA SAAT WAKTU TERJUN KE KALI BRANTAS DI NGRAME, BARANG KALI PAS KEBETULAN LEWAT DN MELIHATNYA, TLONG INFORMASINYA, KRN DSINI KLUARGANYA MASI TEKA TEKI GK TAU BENER2 JEBUR ATO NGGAK, POSSI SPEDA DITGL DIJMBATAN BESERTA SRT DN KTPNYA, TP GK TAU KEMNA ANAKNYA, untuk informasinya dtggu dulur, trm ksih,” tulis akun tersebut.

Postingan ini memancing beragam komentar dan pendapat dari warganet. Pemilik akun Nova Amelia Rosanti yang mengaku sebagai keponakan korban membenarkan bahwa pemilik motor bernama Nur Hayat itu menghilang dan sedang dicari keluarganya.

Dugaan bunuh diri menguat ketika ada netizen yang mengunggah foto tulisan tangan yang diduga pesan terakhir dari Nur Hayat sebelum pergi dari rumah. Isinya, korban meminta maaf dan pamit kepada ibunya.

Buk, aku pamit. Sepurane sing akeh. Ojo nyalahno sopo-sopo. Aku gak kuat nyambot gawe ditage wong terus (Bu, saya pamit. Maaf sebesar-besarnya. Jangan menyalahkan siapa-siapa. Saya tidak kuat bekerja dengan ditagih orang terus,” demikian isi pesan tulisan tangan tersebut. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here