Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto dan anggota Fraksi PDIP menyerap aspirasi masyarakat di Balai RW 4, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Jumat (20/8/2021).

IM.com – DPRD Kota Mojokerto menyatakan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 dan dampak sosia-ekonominya masih menjadi prioritas pada Perubahan APBD 2021.  Dewan meminta masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dan saling membantu dalam menghadapi wabah.

Pernyataan ini disampaikan Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto kepada warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Jumat (20/8/2021). Kunjungan legislator Fraksi PDI Perjuangan itu dalam rangka melakukan agenda reses II tahun 2021.

“Dewan telah bersinergi dengan Pemerintah Kota Mojokerto dalam penangan Covid-19. Anggaran yang tidak urgent, kita geser ke penangan Covid-19,” kata Sunarto kepada masyarakat di Balai RW 04 Panderman Perteng, Kelurahan Wates.

Masa reses II tahun ini berlangsung selama 5 hari, yakni pada 18-22 Agustus. Agenda tersebut dilaksanakan seluruh anggota dewan yang menyebar ke daerah pemilihan masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.


Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD berpesan kepada para perangkat kelurahan hingga RT/RW untuk terus membantu warganya yang terpapar Covid-19. Mereka juga harus selalu mengingatkan masyarakat agar senatiasa menerapkan protokol kesehatan.

“Pengurus RT/RW saya berpesan tetap jaga protokol kesehatan warganya. Masyarakat yang terpapar Covid-19 bukan aib, tetapi butuh perawatan intensif,” ujarnya.

Dalam kegiatan reses anggota Fraksi PDIP di Kelurahan Wates, sebagian besar masyarakat mempertanyakan penanganan pandemi Covid-19 yang belum maksimal. Sunarto menyatakan akan mendorong pemerintah kota untuk merealisasikan usulan dan aspirasi warga terkait penanggulangan wabah yang belum terlaksana.

“Usulan-usulan baru terkait penanganan Covid-19 yang masuk akan diusulkan dalam pokok pikiran RAPBD tahun 2022. Karena keterbatasan waktu reses sesuai prokes yang ada, aspirasi masyarakat dapat disampaikan melalui media elektronik yang ada,” pungkasnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here