Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyapa para pemilik kantin dan pedagang di lingkungan sekolah, Sabtu (16/10/2021).

IM.com – Pemerintah masih melarang kantin sekolah buka selama kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan secara terbatas. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan kepada para pedagang di lingkungan sekolah untuk meringankan beban perekonomian mereka.

Sebanyak 1.000 lebih pemilik kantin atau pedagang di lingkungan sekolah SD/SMP negeri maupun swasta menerima bantuan ini. Bansos berupa sembako diserahkan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Dinas Sosial sekaligus Plt Kepala Pelaksana BPBD Ludfi Ariyono.

Bansos tersebut sebetulnya mulai disalurkan sejak Jumat (15/10/2021) di wilayah utara sungai. Hari ini, Sabtu (16/10/2021), Bupati menyalurkan bantuan tersebut Pendapa Kecamatan Sooko, Trowulan dan Mojoanyar.

“Sudah lama sekolah dilaksanakan secara daring, meski kini kita sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun begitu, aturan belum merekomendasikan kantin sekolah beraktivitas,” kata Ikfina.


Ikfina menjelaskan, aturan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas siswa sekolah, belum merekomendasikan kantin beroperasi. Hal ini mengingat aktivitas makan minum (mamin) bersama, membawa risiko persebaran Covid-19.

“Ini demi menghindari risiko persebaran Covid-19. Pembukaan kantin berisiko mengendorkan prokes ketika seseorang melepas masker dan tidak memperhatikan jarak aman satu sama lain,” ujarnya.

Pembatasan kantin ini tentu membawa dampak ekonomi sangat besar bagi para pedagang area sekolah, maupun di sekitaran lingkungan sekolah. Karena itu, lanjut Ikfina, pemberian bansos ini sebagai upaya Pemkab Mojokerto untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang bergerak di bidang usaha tersebut.

“Bansos ini mungkin tidak dapat membantu sepenuhnya, namun kita harus bersyukur karena kita masih diberi sehat. Saya juga ingin menekankan, agar warga yang belum vaksin segera datang ke fasyankes terdekat. Cakupan vaksin harus segera kita penuhi targetnya, minimal 70 persen,” tuturnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here