inilahmojokerto.com — Kabupaten Mojokerto tampil sebagai kekuatan utama dengan meraih gelar juara umum dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Loncat Indah Jawa Timur 2026.
Prestasi ini diraih setelah mengoleksi delapan medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu, menjadi capaian tertinggi di antara seluruh peserta.
Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan dominasi Mojokerto dalam ajang tahun ini, mengungguli Kota Surabaya di posisi kedua serta Kabupaten Sidoarjo di peringkat ketiga.
Di tengah persaingan yang semakin merata, Mojokerto justru muncul sebagai yang paling konsisten dan unggul.
Di balik capaian itu, tersimpan cerita perjuangan yang tidak sederhana.
Pelatih Loncat Indah Kabupaten Mojokerto, Mamat, mengungkapkan timnya berlatih dengan keterbatasan fasilitas, bahkan tanpa kolam khusus untuk latihan.
“Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan yang kami miliki, anak-anak tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam berlatih. Kami bahkan tidak memiliki fasilitas latihan di air, dan baru tiga hari sebelum kejuaraan bisa berlatih di kolam,” ujarnya.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet. Justru, keterbatasan menjadi pemicu untuk tampil lebih disiplin dan maksimal saat bertanding.
Hasilnya, Mojokerto mampu mendominasi berbagai nomor, mulai dari papan 0,5 meter, 1 meter, hingga 3 meter, termasuk nomor open putri.
“Yang terpenting, anak-anak tetap semangat dan mampu memberikan hasil terbaik hingga menjadi juara umum,” tambah Mamat.
Keberhasilan Mojokerto juga mendapat apresiasi dari Pelatih Tim Loncat Indah Jawa Timur, Ronaldy Herbintoro. Ia menilai capaian tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan pembinaan atlet di daerah.
“Selamat untuk Kabupaten Mojokerto yang berhasil menjadi juara umum. Ini menunjukkan kerja keras dan sistem pembinaan yang efektif,” kata Ronaldy.
Menurutnya, prestasi Mojokerto menjadi bagian dari tren positif loncat indah di Jawa Timur, di mana semakin banyak daerah menunjukkan perkembangan signifikan dan melahirkan atlet potensial.
Meski demikian, keberhasilan Mojokerto menjadi juara umum memberikan pesan kuat, bahwa prestasi tidak semata ditentukan oleh fasilitas, melainkan oleh konsistensi, kerja keras, dan mental juara.
Ke depan, Mojokerto berharap dukungan yang lebih besar, terutama dalam penyediaan fasilitas latihan.
Saat ini, para atlet masih harus menempuh jarak ke Surabaya untuk berlatih. Namun, keterbatasan itu telah dijawab dengan prestasi.
Dari kondisi sederhana, Kabupaten Mojokerto justru melompat lebih tinggi—menjadi yang terbaik di Jawa Timur dan membuka babak baru persaingan loncat indah yang semakin kompetitif. (kim)










































