Siswa kelas 6 MI Roudlotul Muta'allim di Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, terpaksa belajar di teras rumah karena atap kelas ambruk. Foto kanan: Wakil Bupati Muhammad Albarra meninjau konstruksi bangunan yang rusak pada Kamis (18/11/2021).

IM.com – Sudah sepekan ini siswa kelas 6 MI Roudlotul Mutta’allim di Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, terpaksa belajar di teras sekolah. Kegiatan belajar mengajar tak bisa dilakukan dalam kelas karena atap ruang gedung sekolah yang ambruk belum direhabilitasi.

Atap bangunan MI Roudlotul Mutta’allim ambruk diterjang angin kencang pada Kamis (4/11/2021) lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka karena saat itu para siswa sudah meninggalkan sekolah dan hanya ada dua pelatih drum band, serta dua orang guru sehingga

Salah seorang guru MI Roudlotul Mutta’allim, Muhammad Syarifuddin menuturkan, dirinya sedang berada di toilet sekolah ketika peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Ia mengatakan, saat itu hujan deras turun disertai angin kencang.

“Tiba-tiba terdengar suara keras dari dekat toilet. Ketika keluar dari toilet saya kaget melihat atap ruang kelas 5 dan ruang kantor sekolah ambruk,” tutur Syarifuddin kepada Kompas.com, Kamis (18/11/2021).


Syarifuddin menjelaskan, usia bangunan sekolah MI Raudlotul Mutta’allim memang sudah tua. Gedung disinyalir ada sejak tahun 1967 dan hanya sekali direnovasi pada 2009.

“Ini gedung lama, kalau enggak salah dibangun pada tahun 1967,” ungkap Syarifuddin.

Pasca kejadian ambruknya atap gedung, pihak sekolah tidak meliburkan siswa kelas 5 dan 6 agar proses belajar tidak terganggu. Mereka terpaksa belajar dalam kondisi memprihatinkan di . teras sekolah dan ruang pelatihan komputer.

Kondisi atap ruang kelas MI Roudlotul Mutta’allim yang ambruk menarik perhatian setelah Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra melakukan peninjauan dan menyalurkan bantuan ke sekolah tersebut, Kamis (18/11/2021). Setelah berkeliling meninjau bangunan yang rusak, wabup menyaakan akan menyokong kebutuhan material untuk renovasi sampai rampung.

“Saya akan memberi bantuan material bangunan untuk renovasi sampai selesai menggunakan dana pribadi. Kebutuhan pasir, semen, genting dan lainnya untuk membangun kembali 2 ruang kelas tersebut,” ujarnya.

Wabup yang akrab disapa Gur Barra mengungkapkan alasannya tidak memanfaatkan anggaran pemerintah. Menurutnya, untuk mencarikan dana yang belum diplot dalam anggaran membutuhkan waktu, sedangkan renovasi gedung yang rusak harus dilakukan secepatnya (urgen).

“Renovasi bangunan sekolah yang rusak seperti ini harus cepat. Kalau tidak kasihan para murid disini kalau harus belajar di teras sekolah terus menerus.  Jika menunggu bantuan dari pemerintah harus melalui proses yang agak lama paling cepat ya tahun 2023,” cetusnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here