Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menyemprotkan insektisida menjadi bagian upaya menekan lonjakan kasus DBD aktif di Mojokerto.

IM.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto mulai giat melacak (tracing) dan pemeriksaan (testing) penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di masyarakat. Hal ini menyusul jumlah kasus DBD yang terus melonjak di wilayah tersebut.

Tracing dan testing dilakukan di setiap puskesmas untuk menekan kasus DBD aktif. Selain itu, pemerintah juga menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan terkecil atau rumah-rumah warga.

“Untuk penanggulangan DBD ini, kami berkoordinasi pemerintahan di kecamatan, kelurahan/desa untuk terus tracing dan testing. Saya juga minta dimasifkan PSN untuk cegah kasus aktif, tentu harus koordinasi dengan pemerintah setempat agar bisa terkontrol,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr Ulum Rokhmat Rokhmawan, Jum’at (4/2/2022).

Kasus demam berdarah dengue (DBD) mewabah di Kabupaten Mojokerto pada awal tahun 2022. Ada beberapa kasus menerpa 18 kecamatan di Mojokerto.


Berdasarkan update data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, terhitung ada 70 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menerpa 18 kecamatan  tersebut. Yakni, Kecamatan Sooko 9, Kecamatan Trowulan 6, Kecamatan Puri 9, Kecamatan Mojoanyar 3, dan Kecamatan Bangsal 7.

Kecamatan Gedeg 1, Kecamatan Kemlagi 4, Kecamatan Dawarblandong 1, Kecamatan Jetis 9, Kecamatan Mojosari 5, Kecamatan Pungging 2, Kecamatan Ngoro 1, Kecamatan Dlanggu 3, dan Kecamatan Kutorejo 4, Kecamatan Pacet 2, Kecamatan Gondang 1, dan Kecamatan Jatirejo 3 kasus. Sementara untuk Kecamatan Trawas sampai saat ini masih nihil dari kasus DBD.

Merangkaknya kasus DBD membuat Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati bergerak langsung menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, RSUD Prof. Dr. Soekandar, RSUD R.A Basuni dan Camat se-Kabupaten Mojokerto.

Rapat bergulir di ruang Satya Bina Karya Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Senin, 17 Januari 2022. Menurut Ikfina, melonjaknya kasus DBD disebabkan peralihan cuaca antara musim kemarau dengan musim penghujan. Karena terjadi kelembaban udara yang tinggi sehingga menyebabkan nyamuk mudah bersarang.

“Nyamuk ini adalah nyamuk Aedes Aegypti, ini tidak sembarang nyamuk. Jadi tanda-tandanya bisa dilihat kalau terkena nyamuk ini, ada bercak-bercak putih dan hitam,” ungkapnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here