Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberikan piagam penghargaan kepada salah satu wisudawan tahfidz jenjang SD yang lulus dengan predikat A di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto, Rabu, (30/3/2022) siang.

IM.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) menggelar wisuda tahfidz program Gerakan Menghafal Juz Amma (Gemajuza) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan yang diikuti 878 anak penghafal Al Quran ini dalam rangka penguatan pendidikan karakter di lembaga sekolah dari jenjang SD-SMP.

Acara berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto, Rabu, (30/3/2022) siang. Wisudawan tahfidz program Gemajuza dengan predikat lulusan A jenjang SD dan SMP tahun 2022  tersebut secara simbolis diwisuda oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Wisuda diikuti sebanyak 446 peserta penghafal Juz Amma dari jenjang SD, 85 anak di antaranya lulus dengan predikat A. Sedangkan untuk jenjang SMP terdapat 432 peserta dengan lulusan predikat A sebanyak 190 anak.

Bupati Ikfina mengatakan, tujuan dari wisuda tahfidz ini yaitu untuk mendorong dan memotivasi seluruh lembaga sekolah dari jenjang SD-SMP untuk melaksanakan program Gemajuza dalam rangka mendukung penguatan pendidikan karakter pada peserta didik. Ia memberikan apresiasi kepada peserta wisuda tahfidz ketika para peserta didik dapat memanfaatkan waktu untuk menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.


“Ini adalah satu nikmat yang sangat luar biasa, disaat tidak semua anak SD anak SMP yang beragama islam mendapat hidayah untuk bisa menjadi penghafal Al-Qur’an,” kata Ikfina.

Ikfina berharap semua peserta wisuda tahfidz tetap memelihara bacaan Al-Qur’an dan menularkan dampak positif ini, agar peserta didik lainnya juga dapat menjadi penghafal Al-Qur’an.

“Mereka akan menjadi penerus yang tidak perlu diragukan lagi dengan keimanannya dengan kesalehannya. Maka, saat ini kita bersama-sama tetap harus  mengupayakan supaya mereka semuanya juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa menjadi penghafal Al-Qur’an,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin menjelaskan, bahwa sertifikat yang didapat oleh penghafal Juz Amma dapat dimanfaatkan untuk mendaftar jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Sertifikat nanti bisa digunakan untuk masuk di SMP Negeri dengan menggunakan jalur prestasi, adapun yang jenjang SMP sudah kami koordinasikan dengan kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi dengan harapan bisa digunakan untuk masuk di jenjang SMA Negeri dengan jalur prestasi,” pungkasnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here