Konferensi pers bertajuk pernyataan bersama upaya kolaborasi penanggulangan TBC, di Hotel Aston, Mojokerto, Selasa (12/12/2023)

IM.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto memberi perhatian khusus pada penyebaran penyakit penyakit tuberkulosis (TBC). Pasalnya, angka penyakit menular tersebut terus melonjak dengan jumlah korban meninggal mencapai puluhan orang selama setahun terakhir.

“Penanggulangan TBC dilakukan secara bersama tidak hanya dari bidang kesehatan namun membutuhkan dukungan dari lintas sektor lainnya,” kata Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Agus Dwi Cahyono. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers Pernyataan Bersama Upaya Kolaborasi Penanggulangan TBC, di Hotel Aston, Selasa (12/12/2023)

Berdasarkan analisa situasi di Kabupaten Mojokerto, Dinkes menemukan untuk Standar Pelayanan Minimal (SPM) terduga TBC sudah melampaui target. Hingga Oktober 2023, dari target 10.433, tercapai sebanyak 13.049.

Adapun kasus TBC positif sebanyak 1.623. Hingga Oktober 2023, treatment success rate (keberhasilan pengobatan) mencapai 91 persen.

“Kemudian kontribusi yang dilakukan Yabhysa dari Januari – November 2023 menemukan terduga TBC sebanyak 4.763, positif TBC sebanyak 723, melakukan investigasi kontak 735, penyuluhan TBC ke masyarakat sebanyak 229 penyuluhan, TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis) sebanyak 84,” ujarnya.

Menurut dr. Agus, dalam rangka penyediaan layanan kesehatan yang berpusat pada pasien TBC, saat ini program penanggulangan TBC menggunakan metode pendekatan District Public-Private Mix (DPPM). Stranas TBC 2020-2024 menyebutkan bahwa kegiatan penemuan, pengobatan dan pencegahan TBC wajib dilaksanakan oleh seluruh faskes pemerintah dan swasta.

Agus menyebutkan, Dinas Kesehatan  telah meneken MoU dengan 27 Puskesmas, 11 Rumah Sakit, 45 Klinik dan 9 DPM. Adanya program ini agar memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses layanan TBC di faskes terdekat dari rumah.

“Dan di Kabupaten Mojokerto sudah memiliki RS PMDT untuk pengobatan pasien TBC Resisten Obat yang berada di RSUD Dr Prof Soekandar,” terangnya.

1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini