akil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian melepas keberangkatan mahasiswa IMM Surabaya, Umsida, dan Unesa untuk baksos kurban Idul Adha di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Mojokerto.
akil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian bersama jajaran rektorat Umsida dan tokoh Muhammadiyah dalam acara pelepasan Bakti Sosial Idul Adha 1447 H oleh IMM Surabaya di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati, Senin (25/5/2026). (Foto: Dok Kominfo)

inilahmojokerto.com – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Surabaya menggelar aksi kemanusiaan dengan mendistribusikan hewan kurban ke enam desa di wilayah Kabupaten Mojokerto. Agenda yang dikemas dalam Bakti Sosial Idul Adha 1447 Hijriah ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian.

Menurut Wabup Rizal, gerakan konkret para mahasiswa ini menjadi bukti nyata tumbuhnya empati dan semangat pengabdian kepada masyarakat luas.

Prosesi pelepasan delegasi mahasiswa tersebut berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Mojokerto, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Senin (25/5-2026) sore. Program ini dirancang sebagai jembatan bagi mahasiswa untuk hadir dan memberikan dampak positif langsung di akar rumput.

“Bakti sosial Idul Adha adalah momentum strategis untuk mempertebal semangat berbagi. Tidak hanya penyaluran kurban, rangkaian acara seperti pengobatan massal, santunan anak yatim, hingga pembagian sembako ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial,” ungkap Wabup Rizal dalam arahannya.

Penyaluran hewan kurban kali ini tersebar di enam lokasi strategis, meliputi:

  • Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo
  • Desa Gumeng, Kecamatan Gondang
  • Dusun Gelagah, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong
  • Dusun Made, Desa Pacet, Kecamatan Pacet
  • Dusun Nawangan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo
  • Desa Purworejo, Kecamatan Pungging

Aksi turun desa ini digerakkan oleh kolaborasi sejumlah komisariat IMM, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Wabup Rizal secara khusus berterima kasih kepada civitas akademika Umsida yang telah memilih Kabupaten Mojokerto sebagai lokus pengabdian. Ia menilai, gerakan ini sangat selaras dengan Trilogi IMM, yaitu religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.

Lebih dari itu, kolaborasi ini dinilai sejalan dengan visi besar pembangunan Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 melalui program Catur Abhipraya Mubarok. Visi ini bertumpu pada empat pilar: tata kelola pemerintahan yang baik, mencetak SDM tangguh berkarakter, kemandirian ekonomi berbasis desa (BUMDesa/UMKM), serta pemerataan infrastruktur ekonomi rakyat.

“Rancangan besar pembangunan daerah ini mustahil berjalan sendiri. Kita membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh elemen, termasuk sektor akademisi seperti Umsida,” pungkas Rizal.

Agenda pelepasan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Umsida Dr. Muhammad Anas, perwakilan PDM Mojokerto Dr. Nurwiji, jajaran perangkat daerah, serta sejumlah organisasi otonom Muhammadiyah mulai dari Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, IMM, hingga IPM. (Uyo)

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini