Pengakuan Anang dalam reka ulang, membunuh Linda dilakukan di garasi rumahnya dengan cara mencekik hingga tewas

IM.com – Bagaimana cara Anang Masrudin alias Gisek (37) membunuh Linda Suprihatin pemandu lagu (purel)? Ia mengaku di garasi rumahnya di Dusun Klanjan Desa Baureno Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto.

Duda 2 anak ini mencekik leger Linda dengan lengan kanan hingga tewas. Selanjutnya mayatnya dibuang di kebun tebu Dusun Keraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Kronologi pembunuhan Linda terungkap saat polisi menggelar reka ulang di rumah tersangka di Dusun Klanjan, Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo Rabu (31/8/2016). Anang, duda 2 anak ini dengan tenang memeragakan 20 adegan pembunuhan itu.

Adegan pertama yang diperagakan model, menunjukkan korban datang seorang diri ke rumah tersangka mengendarai sepeda motor Honda Vario, Minggu 3 Juli 2016) sekitar pukul 18.00 WIB, atau tiga hari sebelum hari raya Idul Fitri 1437 H.

Setelah memarkir sepeda motornya di garasi rumah, korban sempat mengobrol dengan tersangka di ruang tamu. Saat itu, Linda meminta uang kepada tersangka Rp 1,5 juta dengan alasan bonus Tunjangan Hari Raya (THR).

Mendengar permintaan Linda, saat itu Anang menyanggupi dengan syarat korban bersedia berhubungan badan. Anang merupakan relasi Linda di salah satu tempat karaoke di Kabupaten Mojokerto. Bahkan Linda kerap berhubungan intim dengan Anang di rumah tersebut. Karena sejak bercerai dengan istrinya, Anang tinggal seorang diri di rumah yang tergolong megah itu.

Namun, Linda menolak permintaan Anang. Penolakan itu lah memicu tersangka naik pitam. Apalagi Anang sebelumnya sempat kecewa dengan permasalahan yang sama.

Adegan selanjutnya berlangsung di garasi rumah Anang. Saat itu, Linda hendak pulang diikuti Anang hingga di garasi. Pada adegan ke 4, inilah Anang merangkul Linda dari belakang dengan tangan kanan. Dengan lengannya, itu mencekik leher Linda. Anang mengaku lama cekikan sekitar 7 menit.

Kuatnya jepitan lengan tersangka, membuat Linda terkulai lemas. Pada adegan ke 6, Anang memastikan kematian Linda dengan mengecek denyut nadi di tangan kanan Linda. Setelah itu, dia melucuti perhiasan dan tas milik Linda.

Malam itu juga, Anang membuang mayat Linda ke kebun tebu Dusun Keraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan yang berjarak sekitar 5 Km dari rumahnya. Dia meminjam mobil Daihatsu Xenia warna hitam bernopol S 1295 QC dari teman yang juga tetangganya.

Pada adegan ke 21, reka ulang dilanjutkan ke lokasi pembuangan mayat Linda. Anang menyeret tubuh Linda dari bagasi mobil, kemudian menjatuhkannya ke kebun tebu yang lahannya lebih rendah dari permukaan jalan dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. (bud/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here