Polisi mengambil makanan pecel dan soto ayam dari kantin sekolah sebagai bahan sampel lab

IM.com – Keracunan massal di SDN Manduro 2, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto menjadi perhatian kepolisian. Untuk mengetahui penyebab keracunan polisi telah mengambil sampel makanan yang diduga mengakibatkan. Sampel tersebut diambil dari salah satu kantin sekolah.

Kanit Reskrim Polsek Ngoro, AKP Iwan Setiawan mengatakan, sampel makanan diambil dari kantin SDN Manduro 2 yang dikelola Sumarmi. “Pengambilan sampel sudah, dari Dinas Kesehatan membawa sampel untuk diuji laboratorium,” kata Iwan.

Iwan menjelaskan, sampel yang diambil petugas meliputi nasi putih, bumbu pecel, telur goreng, kuah soto, ayam goreng, dan roti. Menurut dia, sampel roti diambil lantaran sebelum 21 murid mengalami gejala keracunan, mereka sempat makan roti yang dibagikan para guru saat istighosah di sekolah.

“Hasil uji laboratorium nanti yang tahu Dinas Kesehatan, kami hanya ambil sampel,” ujar Iwan.


Iwan menambahkan, murid SDN Manduro 2 yang mengalami gejala keracunan 21 anak. Dari jumlah itu, 2 korban masih dirawat di RS Dharma Husada, 10 di Puskesmas Manduro Manggung Gajah, sedangkan 9 lainnya diizinkan pulang karena kondisinya telah membaik.

“Kami belum bisa pastikan penyebab keracunan, informasi dari para saksi dari soto dan nasi pecel yang dibeli korban di kantin Bu Sumarmi. Kami belum memintai keterangan yang bersangkutan,” tandasnya. (bud/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here