Evakuasi jasad korban dibawah ke rumah sakit untuk autopsi

IM.com – Polres Jombang masih melakukan penyelidikan kematian Yeyen Siswanto (28) warga Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Jombang. Ini setelah warga menemukan jasadnya mengapung di DAM Sipon Sungai Brantas Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Kematian Yeyen yang mayatnya ditemukan pada Senin (17/4-2107) sekitar pukul 16.30 WIB diduga menjadi korban pembunuhan. Pasalnya pada tubuh korban yang masih menggunakan kaos warna hitam ditemukan luka pada kepala dan dada.

Kabar sebelum ditemukan tewas, korban sempat berkencan dengan kekasihnya dibenarkan Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat. “Betul korban keluar sama pacarnya malam minggu kemarin, Sabtu (15/4). Setelah itu tidak pulang ke rumah,” terangnya kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selularnya Selasa (18/4/2017).

Wahyu menjelaskan, sepeda motor yang digunakan korban untuk membonceng kekasihnya itu ditemukan Minggu (16/4) di jalan Dusun/Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben. Kekasih korban sendiri merupakan warga Jombatan. “Masih kami periksa semua saksi, pacar korban, orang tua korban dan warga di sekitar TKP,” ujarnya.

Wahyu juga mengatakan, pihaknya telah menerima keterangan sementara dari tim dokter RSUD Dr Soetomo Surabaya yang mengautopsi jasad Yeyen. “Paru-paru korban basah kemasukan air karena tenggelam di sungai. Sebelum masuk ke sungai, korban masih hidup. Namun, itu hasil autopsi sementara,” terangnya.

Wahyu menandaskan luka yang ada di bagian kepala dan dada bukan akibat penganiayaan.”Hasil visum luar tak ada memar, kata dokter itu luka waktu evakuasi, terbentur di sungai. Luka sebelum korban masuk sungai tak ada,” tandasnya.

Sementara terungkapnya identitas Yeyen, kata Kapolsek Gedeg AKP Suwoco berkat laporan pihak keluarga ke Polsek Kesamben tiga hari yang lalu. Adanya kabar penemuan mayat di DAM Sipon, membuat kakak kandung dan sejumlah kerabat korban datang ke lokasi.

Kapolsek Gedeg juga menjelaskan kondisi arus Sungai Brantas yang deras membuat proses evakuasi menunggu mayat menepi dengan sendirinya. Akhirnya, sekitar pukul 21.15 WIB, jasad Yeyen menepi sehingga pukul 22.00 Wib, korban bisa dievakuasi dari Sungai Brantas.

Jenazah dibawa ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo untuk diautopsi. Pasalnya, pihak keluarga meminta dilakukan autopsi dalam. (bud/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here