Wali Kota Mojokerto mengapresiasi warga kota yang telah banyak mendukung kesuksesan program KB

IM.com – Kota Mojokerto merupakan kota terpadat ketiga di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang. Jika tidak dapat menekan laju pertumbuhannya maka akan berdampak, kepada pelayanan pendidikan maupun kesehatan warganya.

Tak sekadar itu saja kata Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus. Yaitu dampak lingkungan di Kota Mojokerto akan terancam’dengan kepadatan penduduk, dan ketiga adalah masalah perekonomian.Itulah persoalan yang akan timbul dampak pertumbunhan penduduk yang tidak bisa terkendali.

Dijelaskan Mas’ud Yunus, bahwa tidak ada artinya Kota Mojokerto meningkatkan perekonomian apabila tidak dapat menekan laju pertumbuhan penduduk. “Karena itulah, program keluarga berencana di Kota Mojokerto ini harus sukses. Dan Alhamdulillah angka kelahiran kita cuma 1,8 ini sudah dibawah rata-rata Jawa timur,” jelasnya.

Ini artinya berkat dorongan dan dukungan dari semua pihak, program KB di Kota Mojokerto dapat sukses.


Untuk mensukseskan program KB, langka promotif dan preventif yang dilakukan Pemkot Mojokerto adalah dengan menekan angka perkawinan usia dini, yaitu perkawinan di bawah usia 20 tahun.

“Salah satu yang dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto yaitu dengan memberikan motivasi. Diantaranya Pemkot telah memberikan beasiswa kepada warga yang tidak mampu, setelah lulus SMA diberikan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Agar anak-anak setelah lulus SMA tidak buru-buru nikah,” tuturnya.

Pemerintah dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana juga membentuk pusat informasi konseling remaja (PIK-R) di masing-masing sekolah. Sasarannya yaitu bagamiana angka perkawinan usia dini itu bisa terus ditekan.

Dimasyarakat juga telah dibentuk PIK-M. Ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya mengawinkan anaknya setelah dewasa dalam arti jasmani dan rohani.

Peningkatan sumber daya manusia harus dimulai dari perkawinan yang siap. Artinya melahirkan anak di usia diatas 20 tahun bagi perempuan. “Kesadaran ini yang harus diberikan kepada masyarakat melalui petugas KB, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama. Kesadaran untuk mengikuti program KB juga harus ditingkatkan dan diprioritaskan,” seru Wali Kota. (ika/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here