Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin mengecek kesiapan armada pelayanan kesehatan selama mudik lebaran

IM.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menyiapkan 27 mobil ambulance dan 81 tenaga medis di sepanjang jalur mudik lebaran. Fasilitas kesehatan itu disediakan gratis untuk pemudik selama H-7 sampai H+7 lebaran.

Pagi tadi Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin mengecek kesiapan tenaga medis dan ambulance di halaman kantornya, Jumat (16/6/2017). Tak hanya itu, berbagai perlatan medis dan obat-obatan tak luput dari pengecekan.

Didik mengatakan, jumlah tenaga medis yang disiagakan selama Operasi Ramadniya 2017 sebanyak 81 orang. Terdiri dari unsur dokter, bidan, perawat dan sopir ambulance. Sementara mobil ambulance yang disiapkan 27 unit yang berasal dari 27 puskesmas di Kabupaten Mojokerto.

“Tugas mereka menangani korban kecelakaan, edukasi pemudik dan pengecekan kesehatan gratis bagi para pemudik,” kata Didik kepada wartawan.


Puluhan tenaga medis dan 27 ambulance, lanjut Didik, akan diterjunkan ke 9 pos pelayanan mudik mulai H-7 lebaran atau tanggal 19 Juni. Petugas akan dibagi dalam tiga shift sehingga 24 jam bisa melayani pemudik. Setiap shift terdiri dari bidan, perawat dan sopir ambulance.

“Dokter hanya di rest area jembatan timbang Trowulan standby 24 jam. Di pos pelayanan mudik lainnya sifatnya on call,” ujarnya.

Pos pelayanan mudik sendiri tersebar di simpang empat Trowulan, rest area jembatan timbang Trowulan, simpang lima Kenanten, ruko Royal Mojosari, simpang tiga Pacet, simpang tiga Jampirogo, simpang empat Mertex, simpang tiga Ajinomoto dan exit tol Surabaya-Mojokerto (Sumo).

Didik memastikan, pelayanan kesehatan di pos pelayanan mudik maupun mobil ambulance akan diberikan secara gratis kepada para pemudik. Jika mengalami situasi darurat seperti kecelakaan lalu lintas, pemudik bisa menghubungi nomor telepon puskesmas terdekat.

Kontak seluruh puskesmas dan rumah sakit bisa diakses di situs dinkes.mojokertokab.go.id. “Kami gratiskan untuk semua pemudik khusus mudik lebaran,” ujarnya.

Selain penerjunan tenaga medis dan ambulance, tambah Didik, pihaknya juga menginstruksikan selama mudik lebaran, 27 puskesmas buka 24 jam. Upaya ini untuk memastikan para pemudik mudah dan cepat mendapatkan perawatan medis.

“RSUD agar mengoptimalkan IGD supaya pasien tak terlalu lama penangannya. 27 puskesmas kami buka 24 jam karena selain untuk pemudik juga warga Mojokerto sendiri membutuhkan,” tandasnya. (kus/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here