Warga harus mengantre untuk mendapatkan suplai air bersih selama masa kekeringan.

IM.com – Warga di sejumlah desa di Kecamatan Ngoro, Mojokerto sedang menghadapi kekeringan dan kesulitan air bersih. Untuk mengatasi keadaan darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mojokerto menggelontorkan anggaran Rp 800 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membuat pipanisasi saluran air bersih.

“Pipa ini rencanakan digunakan untuk penyaluran air dari dusun yang mengalami kekeringan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M Zaini, Kamis (23/8/2018).

Zaini menjelaskan, pipa tersebut akan disambungkan dari dusun yang mengalami kekeringan dengan wilayah terdekat yang bisa menyuplai air bersih. Ia menyebutkan, ada empat dusun di Ngoro yang mengalami bencana kekeringan setiap tahunnya yakni Dusun Kandangan, Dusun Kunjoro, Dusun Gadon dan Dusun Bursek.

“Sebab dua dusun yang berada di paling atas, yakni Dusun Kandangan dan Dusun Telogo hanya bisa di jangkau bila mendapat air dari Gunung Penanggungan yang jaraknya kurang lebih 13 KM. Dibutuhkan anggaran yang cukup tinggi, tapi kami optimis sesuai tahapan,” ujarnya.


Ia mengatakan, pembuatan saluran air bersih melalui pipa ini merupakan program jangka menengah untuk mengatasi kekeringan di Ngoro. BPBD juga menyiapkan perencanaan jangka panjang, hingga kini pihaknya masih melakukan pengkajian dengan menggandeng suatu lembaga non pemerintah atau NGO dari Amerika.

BPBD yakin bisa menyelesaikan setiap tahapan yang direncanakan. Bahkan pihaknya memperkirakan pada 2020 di Kabupaten Mojokerto tidak ada lagi kekeringan, termasuk di Kecamatan Ngoro.

Menurut Zaini kekeringan merupakan fenomena tahunan di wilayah paling timur Mojokerto ini. “Sudah menjadi langganan,” ucapnya. (tim/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here