Harga Daging Ayam dan Cabai Melonjak
Wakil Wali Kota Mojokerto Cak Rizal bersama Ketua DPRD dan Kajari, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Tanjunganyar. (ilustrasi)

IM.com – Harga Daging ayam dan cabai rawit mengalami lonjakan di Pasar Tradisional Tanjunganyar, Kota Mojokerto. Kenaikan ini jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Wakil Wali Kota Mojokerto Cak Rizal, saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Tanjunganyar, mengatakan jika kenaikan harga daging ayam dan bumbu dapur ini masih dalam tahap kewajaran.

“Memang hasil dari hasil bertemu dengan para pedagang, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Tapi ini bukan dipengaruhi oleh stok,” kata Rizal usai sidak, Kamis (20/12/2018).

Menurut Cak Rizal, kenaikan harga ini dipicu faktor cuaca. Selain itu, musim panen yang sudah usai membuat para distributor mendatangkan cabai dan telur dari luar daerah. Seperti Probolinggo, serta Blitar.


“Karena itu membutuhkan tambahan transport, sehingga mengalami kenaikan harga sedikit,” jelasnya.

Pemkot Mojokerto, lanjut Cak Rizal akan melakukan pemantauan harga secara berkala jelang Natal dan Tahun Baru 2019 ini. Dari hasil itu kemudian akan digunakan sebagai dasar untuk mengambil langkah. Apakah diperlukan operasi pasar atau langkah lain.

“Hasil sidak ini akan kita evaluasi, kita kaji untuk menentukan langkah selanjutnya,” pungkas Rizal

Sementara  Yeni Rohmawati, (38), pedagang di Pasar Tanjunganyar, Kota Mojokerto mengatakan, saat ini harga cabai rawit merah mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan, harga bawang merah menembus angka Rp 15 ribu per kilogram.

“Cabai naik Rp 10 ribu. Sebelumnya, hanya Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah naik Rp 5 ribu,” kata Yeni yang sudah berdagang di Pasar Tanjuanganyar selama 16 tahun ini.

Menurut Yeni, kenaikan ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Namun, ia tak mengetahui penyebab pasti kenaikan harga cabai rawit dan beberapa bumbu dapur ini. Sebab, stok barang di pasaran cukup melimpah.

“Kalau penyebabnya kurang tahu. Mungkin karena jelang Natal dan Tahun Baru jadi naik. Karena stok di pasar kuga banyak,” imbuhnya.

Senada dengan Yeni, Adi Wibowo (47) pedagang daging ayam menuturkan jika harga komoditas itu naik drastis selama sepekan ini. Harga daging ayam saat ini tembus Rp 37 ribu per kilogramnya. 

“Naiknya perlahan, tapi setiap hari. Padahal sepekan lalu masih Rp 30 ribu per kilogramnya. Telur juga naik, dari Rp 18 ribu sekarang Rp 25 ribu per kilogram,” tuturnya. (ika/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here