Kapolsek Bangsal, AKP Suparmin, yang masih kesulitan mengungkap kasus pembuangan bayi laki-laki di teras toko Jalan Raya Dusun Genukwatu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Rabu dini hari (5/6/2019) lalu.

IM.com – Kepolisian masih kesulitan membongkar kasus pembuangan bayi berjenis laki-laki di teras toko Jalan Raya Dusun Genukwatu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Musababnya, polisi belum mengantongi alat bukti cukup untuk mengungkap pelaku dan orang tua bayi tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor Bangsal AKP Suparmin mengakui belum ada perkembangan signifikan dalam penyelidikan kasus ini. Hal itu lantaran petunjuk dan bukti yang diperoleh di lokasi pembuangan bayi tersebut sangat minim.

“Buktinya minim dan tidak kuat. Tidak ada CCTV (closed circuit television) atau bukti lain yang bisa menunjukkan ciri-ciri pelaku,” ujar Sabtu (29/06/2019).

Seperti diberitakan, bayi laki-laki diperkirakan baru berusia 1 bulan ditemukan ditemukan di teras sebuah toko dekat asrama polisi (Aspol), Bangsal, Mojokerto pada malam jelang lebaran, Rabu (5/6/2019) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat ditemukan, bayi itu nampak menggigil kedinginan karena hanya beralas selimut di lantai teras toko perlengkapan bayi Al Kautsar, Jalan Raya Desa Sidomulyo, Kecamatan Bangsal. (Baca: Bayi Usia Sebulan Ditemukan di Teras toko Dekat Asrama Polisi Bangsal).


Hanya selimut dan pakaian yang melekat pada tubuh bayi itu yang menjadi bukti polisi untuk menelusuri kasus ini.

Sejatinya, saksi mata Ali Mujahidin yang pertama kali menemukan bayi ketika pulang dari masjid, sempat melihat pelaku meletakkan bayi itu di teras tokonya. Ali juga melihat pelaku usai membuang bayi itu bergegas masuk ke dalam mobil Suzuki Carry warna putih yang terparkir di depan masjid.

Sayangnya, saksi tidak mengingat dan mencatat nomor polisi mobil yang keburu sudah meninggalkan lokasi. “Jadi, belum ada petunjuk yang mengarah siapa pelakunya,” tegas Kapolsek Bangsal.

Tetapi, Suparmin memperkirakan, bayi tersebut berasal dari luar wilayah Mojokerto. Pasalnya, pihaknya telah memeriksa setiap ibu melahirkan di 14 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto dalam kurun satu bulan terakhir sebelum penemuan bayi tersebut.

“Pengecekan juga kami tekankan di Bangsal, Mojoanyar, dan Puri. Tapi hasilnya nihil, tidak ada warga atau tetangga bayi yang melaporkan ke kepolisian,” tambahnya. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polres Mojokerto Kota dan Polres Jombang untuk mendalami penyelidikan ini. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here