Warga Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Mojokerto mengambil bantuan air bersih dari BPBD dan Pemkab Mojokerto, Selasa (6/8/2019).

IM.com – Kekeringan dan krisi air bersih di beberapa desa di Kabupaten Mojoketo belum berakhir. Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama BPBD kembali memasok air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan.

Pasokan air itu dikirim ke Desa Duyung Kecamatan Trawas dan Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro. Sebanyak 188 tangki air bersih dengan kapasitas 4.000 liter air akan disuplai ke Desa Duyung selama tiga bulan ke depan.

“Kami berupaya penuh. Dua tahun ke depan, Kabupaten Mojokerto harus sudah kecukupan air bersih. Saat ini, memang rawan. Bencana kerap terjadi. Tapi jangan sampai sumber air bersih hilang. Sebab air adalah kebutuhan utama,” Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Selasa (6/8/2019).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, bencana kekeringan yang terjadi di beberapa desa sejak Juli 2019 statusnya meningkat dari status siaga darurat menjadi tanggap darurat.

“Untuk Kecamatan Ngoro, pemberian bantuan air bersih akan dipusatkan pada tiga desa. Yakni Kutogirang sebanyak 116 tangki, Manduro Manggunggajah 116 tangki, dan paling banyak untuk Desa Kunjorowesi sebanyak 316 tangki,” jelasnya.

Zaini mengatakan, bahwa penanganan akan melibatkan seluruh instansi terkait. Seperti PDAM dan perusahaan melalui program bantuan CSR-nya.

“Kami juga koordinasi dengan tim provinsi dan bekerjasama dengan masyarakat, akademisi, juga media,” ujarnya.

Selain itu bencana kebakaran juga kerap terjadi sejak di beberapa daerah lain di Mojokerto. (ant/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here