Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi bersama jajaran OPD dalam acara gathering evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2019, di Royal Hotel Trawas, Selasa malam (27/8/2019).

IM.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto optimis realisasi Pendapatan Asli Daerah pada Perubahan APBD 2019 bisa mencapai target sebesar Rp 515 miliar lebih. Dengan waktu 4 bulan tersisa di tahun anggaran 2019, Pemkab akan menggenjot realisasi PAD salah satunya dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2).

Hingga Agustus 2019, penerimaan PBB-P2 baru mencapai 43,69 persen.

“Kinerja pemungutan PBB-P2 harus ditingkatkan untuk memenuhi target PAD 100 persen,” kata Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi dalam acara gathering evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2019, di Royal Hotel Trawas, Selasa malam (27/8/2019).

Wabup menyatakan, target PAD Kabupaten Mojokerto pada P-APBD 2019 ditetapkan sebesar Rp 515 miliar lebih. Angka tersebut naik dari proyeksi realisasi PAD pada APBD 2019 sebesar Rp 500 miliar.


“Kita bisa mengoptimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan realisasi PAD. Target PAD itu harus terpenuhi untuk menopang pembiayaan pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Hingga Agustus 2019 saja, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto mencatat realisasi PAD tertinggi dihasilkan dua instansi. Pertama dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebesar Rp 7.255.700.000 dari target Rp 9.754.969.990. Kedua Kecamatan Mojosari yang sudah merealisasikan Rp 2.219.674.233 dari target Rp 3.841.864.990.

“Data ini sampai dengan tanggal 26 Agustus 2019,” kata Plt. Kepala Didiek Safiqo Hanim. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here