Wali Kota Mojuokerto Ika Puspitasari mempresentasikan Pemeriksaan Terpadu Pekerja Wanita Dengan Pemeriksaan Resiko Penyakit Tidak Menular (Pete Jawa Rasa Timun) hasil kreasi Pemkot di ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jatim 2020 secara daring, Senin (24/8/2020).

IM.com – Pemeriksaan Terpadu Pekerja Wanita Dengan Pemeriksaan Resiko Penyakit Tidak Menular (Pete Jawa Rasa Timun) kreasi Pemerintah Kota Mojokerto masuk dalam 45 karya yang bersaing di ajang kompetisi inovasi pelayanan publik (Kovablik) Jawa Timur 2020. Walikota Ika Puspitasari sendiri yang mempresentasikan inovasi layanan bidang kesehatan yang dikhususkan bagi pekerja wanita tersebut secara virtual kepada para juri di Ruang Nusantara, Senin (24/8/2020).

Pada presentasi tersebut, walikota yang akrab disapa Ning Ita, menjelaskan bahwa, inovasi ‘Pete Jawa Rasa Timun’ lahir dari pencarian solusi atas beberapa masalah di lingkungan usaha. Permasalahan yang banyak menimpa pekerja wanita itu antara lain peran ganda mereka sebagai ibu sekaligus istri.

Selain itu, terdapat resiko gangguan kesehatan pada wanita serta rendahnya kesempatan untuk memberikan asi ekslusif pada anak. Pekerja wanita juga rentan terhadap permasalahan gizi seperti anemia dan obesitas.

“Inovasi ini, telah kami terapkan pada seluruh Puskesmas di Kota Mojokerto. Yang didukung dengan adanya kader dalam pelaksanaanya. Kader tersebut, berfungsi sebagai tenaga pemeriksa kesehatan untuk sesama pekerja wanita lainnya,” urai Ning


Pemeriksaan itu, imbuhnya, meliputi pemeriksaan gizi, tinggi badan, berat badan dan masih banyak lainnya. Selain pemeriksaan, pihak Puskesmas juga melakukan monitoring dan evaluasi setiap tiga bulan kepada para kader.

Ning Ita menjelaskan, dengan layanan publik ini, nantinya pihak puskesmas bisa memberikan rekomendasi khusus kepada pelaku usaha atau perusahaan dalam rangka melindungi pekerja wanita. Saran itu misalnya berkaitan dengan penerapan sistem kerja yang sesuai dengan anjuran tim medis.

“Terlebih inovasi Pete Jawa Rasa Timun ini, juga terintegrasi pada aplikasi layanan Gayatri (Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi) yang sebelumnya juga telah masuk pada Top 45 Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020. Sehingga, data-data masyarakat khususnya pekerja wanita dapat terpantau secara signifikan di sini,” terangnya.

Dengan perlindungan melalui ‘Pete Jawa Rasa Timun’, lanjut Ning Ita, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesehatan pekerja perempuan. Juga bisa meningkatkan capaian standar pelayanan minimal pada bidang kesehatan dan mewujudkan SDM berkualitas melalui peningkatan akses serta kualitas kesehatan.

“Dampak yang dirasakan dari Inovasi Pete Jawa Rasa Timun ini adalah meningkatkan kesehatan pada pekerja wanita, meningkatkan pemenuhan asi eksklusif pada anak dan meningkatkan kualitas SDM serta menurunkan angka stunting,” tandasnya. (im/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here