Anak-anak bermain air yang merendam jalanan dan rumah warga di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, Rabu (17/2/2021) pagi. Sementara mesin pompa sudah dijalankan untuk menyedot air yang menggenangi pemukiman dan areal persawahan.

IM.com – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Mojosari dan sekitarnya, Selasa (16/2/2021) malam menyebabkan sungai meluap dan memporaporandakan sejumlah rumah warga. Luapan air Sungai Sadar merendam Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Rabu (17/02/2021) pagi.

Ketinggian air yang menggenani jalan dusun mencapai 40 centimeter hingga 60 centimeter. Air juga merendam sedikitnya 25 warga. (Baca juga: Hujan Deras 2 Hari Ratusan Rumah Terendam, Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen).

“Warga yang rumahnya terendam tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Sekarang belum membutuhkan dapur umum, tapi kalau airnya terus naik, mungkin dibutuhkan, karena warga tidak bisa memasak di rumah,” kata Kepala Dusun Gembongan, Nurul Cholis, Rabu (17/2/2021).

Nurul mengatakan, luapan Sungai Sadar masuk rumah warga dengan ketinggian sekira 10 cm sampai 20 cm dan di jalan sekitar 40 cm sampai 60 cm. Pihaknya sudah bekerjasama dengan pemerintah desa dan TNI/Polri serta instansi terkait.


“Mulai pagi tadi rumah pompa sudah difungsikan, mudah-mudahan bisa mengurangi ketinggian air Kali Sadar,” ujarnya.

Kepala Desa Jotangan, Muhammad Irfak menyampaikan, terdapat 350 rumah penduduk di Dusun Gembongan. Pantauan di lokasi pada Rabu sore, air sudah mulai surut.

“Sampai saat ini, masih dilakukan pemantau debit air Kali Sadar,” tuturnya.

Tidak hanya banjir, sekitar 25 rumah warga di Desa Jotangan juga rusak diterjang angin kencang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat, sebanyak 32 rumah yang rusak akibat terjangan angin kencang, Selasa malam.

“Ada sekitar 32 rumah warga rusak, 1 rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang dan 30 rumah rusak ringan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini, Rabu (17/2/2021). Kecepatan angin yang berhembus ditaksir 60 km/jam.

Zaini menambahkan, jika dalam peristiwa tersebut juga mengakibatkan aliran listrik terputus, beruntung petugas PLN pun langsung turun ke lokasi guna membenahi kabel yang putus. Di lokasi lain, yakni di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging juga terjadi sebuah pohon Mahoni dengan diameter 50 cm juga tumbang akibat angin kencang.

“Pihak PLN langsung ke lokasi untuk pembenahan jaringan PLN, sementara TRC BPBD Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan terpal kepada korban angin kencang,” terang Zaini. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here