Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

IM.com – Dinas Pendidikan Kota Mojokerto siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka untuk tingkat SD dan SMP mulai 1 Maret 2021. Pembukaan kembali sekolah itu setelah kasus penyebaran Covid-19 di Kota Onde-Onde menurun.

Kegiatan sekolah tatap muka itu disahkan dalam SE Walikota Mojokerto nomor 420/301/417.501/2021 tentang Permohonan Izin Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka jenjang SD dan SMP. SE yang dikeluarkan pada 16 Februari 2021 tersebut merebut sebagaimana SKB 4 Menteri Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 tahun 2020 Nomor : k.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020-2021 di Masa Pandemi Covid-19.

“Kegiatan PPKM Mikro yang kita laksanakan telah menunjukkan hasil memuaskan. Angka terpapar Covid-19 menurun dan kondisi Kota Mojokerto semakin membaik,” kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di rumah dinasnya, Senin (22/2/2021).

Namun demikian, pelaksanaan KBM tatap muka tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebanyak 12.314 siswa SD dan 8.362 siswa SMP negeri dan swasta di Kota Mojokerto akan mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas.

Pembatasan peserta didik di sekolah maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan serta menggunakan masker tiga lapis. (Baca juga: Ning Ita Mengajar, Cara Walikota Mojokerto Bangkitkan Semangat Belajar Siswa).

“Selain itu, cuci tangan dengan sabun dan air sebelum memasuki dan setelah keluar kelas, menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter, serta menerapkan etika batuk dan bersin,” jelas walikota yang akrab disapa Ning Ita.

Ia menyatakan, Dinas Pendidikan akan memastikan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan di satuan pendidikan sesuai dengan standar, seperti memastikan ketersediaan tempat cuci tangan yang memadai, jumlah ketersediaan masker tiga lapis untuk siswa dan tenaga pendidik, tersedianya thermo gun.

Syarat lain, lanjut Ning Ita, seluruh siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka, harus mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali terlebih dahulu. Kemudian, para tenaga pendidik juga sudah diusulkan untuk mendapatkan prioritas vaksin agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan aman dan nyaman.

“Kami berharap penerapan KBM tatap muka dengan protokol kesehatan ini dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar siswa SD-SMP di Kota Mojokerto,” katanya.

Ning Ita menambahkan, untuk siswa dengan kondisi yang kurang sehat, serta mengalami gejala batuk atau pilek, disarankan untuk sementara tidak mengikuti KBM tatap muka sampai kondisinya sehat.

“Dan memastikan ketersediaan sekat di masing-masing bangku yang akan digunakan oleh siswa,” jelasnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here