Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati membuka seminar dan pelatihan bertajuk "Hidup Sehat di Bumi yang Sehat" yang diselenggarakan oleh Yayasan Budaya Hijau Indonesia di RM Arimbi Mojosari, Sabtu (30/10/2021).

IM.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati membuka seminar dan pelatihan bertajuk “Hidup Sehat di Bumi yang Sehat” yang diselenggarakan oleh Yayasan Budaya Hijau Indonesia. Acara ini mengetengahkan penggunaan Eco enzyme dalam pemanfaatan sampah organik yang ramah lingkungan.

Seminar dan pelatihan eco enzyme dan turunannya menghdirkan narasumber Suhu Batara HM. Surya Yusuf di RM Arimbi Mojosari, Sabtu (30/10/2021). Bupati Ikfina hadir didampingi  Sekdakab Teguh Gunarko, Kepala DLH Didik Chusnul Yakin, Asisten Administrasi Umum Iwan Abdillah, Kadinsos Ludfi Ariyono

Eco enzyme telah menjadi tren dalam pemanfaatan sampah organik. Beberapa turunan eco enzyme dipamerkan pada acara ini, di antaranya soft eco enzyme, classic enzyme, cuka apel organik, cuka salak organik, alkalin berbahan herbal, cuci jelantah, dan beberapa jenis lainnya.

Bahan baku eco enzyme berasal dari bahan organik sisa dapur, terbukti sangat ramah lingkungan. Misalnya dipakai untuk cairan pembersih, pestisida alami, pemurni udara bahkan memulihkan danau yang kotor. Selain itu, produksi eco enzyme secara otomatis dapat menekan kuantitas produksi sampah,  sehingga berpengaruh terhadap umur pakai TPA.


Eco enzyme ini telah dikenal dan digunakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto untuk menangani pengelolaan sampah. Saat ini di TPA Belahan Tengah Mojosari, telah dibuat eco enzyme batch 3 sebanyak 500 liter. Cairan ini disemprotkan tiap pagi dan sore, untuk membantu mengurangi bau sampah TPA.

“Salah satu visi misi kami di Pemerintah Kabupaten Mojokerto adalah komitmen dalam menjaga lingkungan hidup, terutama berkaitan dengan pengelolaan sampah. Nah, eco enzyme ini menggunakan sampah organik rumah tangga. Jadi bayangkan saja, jika separuh atau bahkan lebih dari produksi sampah kita dimanfaatkan untuk membuat eco enzyme, manfaatnya tentu sangat besar,” kata Bupati Ikfina.

Bupati tidak lupa meengingatkan pentingnya prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai bagian dari usaha mengendalikan produksi sampah. Tentunya harus diimbangi dengan komitmen mengurangi dan memilih sampah.

“Mari ubah perilaku hidup agar sekecil mungkin menghasilkan sampah. Misalnya dengan membiasakan minum dari botol tumblr pribadi alih-alih membeli minum kemasan plastik sekali pakai, bawa keranjang belanja sendiri dan pakai produk isi ulang atau refill. Jika masih ada sampah, harus dipilih dan dipilah. Pisahkan mana organik, kertas, plastik, sampah B3 dan sampah residu,” tambah Ikfina. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here