
inilahmojokerto.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) resmi menyalurkan gas bumi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito, Sleman, Yogyakarta. Langkah ini diambil untuk mendukung transformasi Green Hospital sekaligus memangkas biaya operasional layanan kesehatan publik melalui energi rendah emisi.
Direktur Infrastruktur & Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menyatakan bahwa rumah sakit merupakan fasilitas vital yang membutuhkan pasokan energi stabil selama 24 jam. Pemanfaatan gas bumi domestik ini diharapkan mampu menjaga ketahanan energi sekaligus menekan emisi karbon di sektor publik.
“Rumah sakit butuh energi stabil, efisien, dan berkelanjutan. Pemanfaatan gas bumi di RSUP dr. Sardjito adalah bagian dari upaya bersama mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Hery usai meresmikan instalasi tersebut di Yogyakarta.
Direktur Layanan Operasional RSUP dr. Sardjito, dr. Riat El Khair, menyambut baik alternatif energi ini. Selama ini, rumah sakit dengan kapasitas hampir 1.000 tempat tidur tersebut sangat bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk operasional harian.
“Penggunaan solar untuk boiler dan kebutuhan dapur gizi selama ini cukup besar. Dengan beralih ke gas bumi, kami berharap operasional rumah sakit jauh lebih efisien dan mendukung konsep Green Hospital,” kata dr. Riat.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil cair secara bertahap. Terlebih, aktivitas pelayanan medis di rumah sakit terbesar di DIY ini berlangsung tanpa henti setiap hari.
Proses pengerjaan infrastruktur gas bumi di kawasan rumah sakit ini memakan waktu kurang lebih delapan bulan. Energi bersih ini akan langsung dialokasikan untuk memutar roda operasional utilitas utama.
General Manager Sales and Operation Region III PGN, Hedi Hedianto, merinci proyeksi konsumsi energi bersih di faskes tersebut.
“Pemanfaatannya diperkirakan mencapai sekitar 30.000 meter kubik gas per bulan. Pembakaran gas bumi jauh lebih efisien dan pasokannya stabil,” jelas Hedi.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN berkomitmen mengaplikasikan empat pilar utama energi nasional: Availability (Ketersediaan), Accessibility (Aksesibilitas), Affordability (Keterjangkauan), dan Acceptability (Penerimaan).
Mayoritas gas bumi yang disalurkan berasal dari produksi dalam negeri. Hal ini secara langsung membantu pemerintah menekan angka impor energi dan mengoptimalkan potensi sumber daya domestik.
Melalui sinergi ini, PGN berharap replikasi konsep Green Hospital berbasis gas bumi dapat meluas ke berbagai fasilitas pelayanan publik lainnya di Indonesia demi menyukseskan target transisi energi nasional. (prayogi)









































