IM.com – Banjir kembali merendam ribuan rumah penduduk di wilayah Mojokerto, Minggu (26/2-2017) pagi akibat Sungai Sadar dan Sungai Cemporat tak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah hulu yang diguyur hujan selama 15 menit pada Sabtu (25/2).

Banjir kali ini terjadi di 5 desa di Kecamatan Mojoanyar, salah satu daerah paling parah terendam banjir untuk wilayah Kabupaten Mojokerto. Kelima desa yakni Desa Gebangmalang, Sumberjati, Kepuhanyar, Keweden Kembar, dan Gayaman-Kecamatan Mojoanyar.

Banjir yang terjadi sejak Sabtu (25/2) pukul 21.00 WIB hingga Minggu (26/2) pukul 13.00 WIB rata-rata ketinggian air di 5 desa Kecamatan Mojoanyar selutut orang dewasa. Banjir terparah di Dusun Sumberwaru, Desa Sumberjati mencapai pinggang orang dewasa.

Sementara di wilayah Kota Mojokerto, menurut rilis Humas Kota Mojokerto, banjir telah terjadi sejak Sabtu (25/2) pukul 16.00 WIB diawali di wilayah perbatasan Puri dan Sooko. Sekitar pukul 18.30 WIB, beberapa sungai sudah tak mampu menampung debit air diantaranya Sungai Sadar dan Sungai Cemporat. Termasuk sejumlah titik plengsengan sungai Brangkal longsor.


Sedangkan wilayah yang tergenang air diantaranya Kelurahan Gunung Gedangan, yakni lingkungan Kuti, Kedungsari, Gununganyar, Kebohan yang dihuni 1.120 KK. Kelurahan Meri meliputi lingkungan Meri, perumahan Meri dengan total 832 KK.Banjir juga merendam jalan Mojopahit, termasuk Kelurahan Kranggan yakni lingkungan Ngaglik, Suratan, Aspol, Miji Baru total 388 KK.

Kabag Humas Kota Mojokerto, Dodik Heryana menjelaskan pihak Pemkot telah melaksanakan penanganan banjir dengan pompa air dan mendirikan dapur umum serta posko kesehatan. “ Sampai saat ini dapur umum didirikan di pengungsian di lingkungan Kebohan dan pos kesehatan di lingkungan Kuti,” terang. (bud/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here