Petugas PMK melakukan pemadaman gudang milik pabrik gula Gempolkerep

IM.com – Gudang penyimpanan ampas tebu untuk bahan bakar ketel milik di Pabrik Gula (PG) Gempolkrep di Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto terbakar. Diduga, kebakaran disebabkan gesekan panas yang ada di dalam sekam ampas tebu sehingga menimbulkan percikan api.

Kebakaran terjadi sekira pukul 11.30 WIB, di gudang penyimpanan ampas tebu yang berada di barat pabrik. Meski tak terlihat titik api, namun asap muncul di bebarapa titik dan langsung menyebabkan bara api, mengepul dan ampas tebu berubah hitam pekat.

Gudang penyimpanan ampas tebu yang terbakar tersebut berada di sisi barat pabrik dekat dengan cerobong ruang penggilingan gula. Ampas tebu tersebut merupakan cadangan untuk bahan bakar ketel (pemangkit uap, red). Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan.

Kepala Bagian Keamanan PG Gempolkrep, Kompol Didit Hari Setiawan mengatakan, kebakaran terjadi diduha karena tumpukan ampas tebu terlalu panas sehingga timbul gesekan. “Seperti di dalam sekam, ada tekanan panas sehingga menimbulkan gesekan api,” ungkapnya, Senin (28/8/2017).

Pihak pabrik langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran, sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dan hydran mengantisipasi kemungkinan semakin meluaskan kebakaran. Pasalnya, cuaca panas dan angin dikhawatirkan membuat kebakaran semakin meluas.

“Yang terbakar yakni ampas tebu yang digunakan untuk persiapan bahan bakar ketel dan lokasinya berada di luar area produksi. Meskipun masih berada di dalam pabrik tapi di luar area pabrik sehingga tidak mengganggu aktivitas pabrik,” katanya.

Kepala Bagian Keamanan menambahkan, ampas tebu tersebut merupakan hasil produksi gula yang nantinya akan dimanfaatkan untuk bahan bakar ketel. Sehingga secara nominal, pihaknya belum bisa memprediksi berapa kerugian akibat kebakaran tersebut.

“Kami belum menghintung berapa kerugian akibat kebakaran ini, ini merupakam kebakaran pertama dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” pungkasnya.(ning/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here