Eko Sutrisno, Kades Kembangsrih, menyampaikan hasil pembangunan selama tahun 2017. sudah rampung hingga 95%.

IM.com – Pemerintahan Desa Kembangsri Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto menggelar musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes) Sabtu (28/10-2017). Salah satu pokok materi membahas rencana kucuran dana Rp 2 milar untuk pembangunan rabat beton cor tahun 2018.

Eko Sutrisno, Kades Kembangsri, menyampaikan hasil pembangunan selama tahun 2017. “Pembangunan tahun 2017 ini sudah rampung hingga 95%. Hanya saja kucuran dana dari pemerintah belum tuntas,” ujarnya.

Kendati demikian tahun 2018 Desa Kembangsri bakal mendapatkan kucuran dana Rp 2 Milyar untuk pembangunan rabat beton cor. “Semoga dana itu bisa direalisasikan agar dapat memenuhi seluruh keinginan masyarakat,” ungkapnya sangat berharap.

Kasi DPMD Kecamatan Ngoro, Imam Hambali, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan Musrenbangdes adalah kewajiban pemerintah desa. Hal itu dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menjelaskan program pembangunan desa. Sehingga tatanan pemerintahan desa dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.


“Secara prinsip pemerintah sudah memberikan perhatian terhadap proses pembangunan di desa. Hal itu dibuktikan adanya dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD). Penggunaan sumber dana itu pun harus sesuai dengan platform anggaran yang sudah diprosentasekan pemerintah. Sedikit saja ada ketidaksesuaian penggunaan, maka bisa dikategorikan korupsi,” ujar Imam serius.

Pernyataan Kasi DPMD disambut optimistis Kepala Desa Kembangsri, Eko Sutrisno. Bahkan dengan wawasan dan pengalamannya, Kades Kembangsri itu mengaku justru sangat senang bila pengawasan lebih ketat.

Kebijakan pemerintah melibatkan jajaran Polsek untuk turut dalam pengawasan dana desa dinilai sebagai inisiatif yang bagus. Sehingga dana pemerintah untuk rakyat dapat dimanfaatkan sesuai peruntukkannya.

“Saya sangat mendukung kebijakan apapun yang berhubungan dengan penggunaan DD maupun ADD. Pengawasan pun harus ketat, komprehensip, dan proporsional. Memang penggunaan dana itu sangat rumit, tapi sebagai pelayan masyarakat harus tetap ikuti aturan. Dana yang dikucurkan pemerintah kepada desa, rasionalnya harus digunakan semaksimal untuk masyarakat desa,” ujarnya menandaskan.

Giat Musrenbangdes yang diikuti seluruh elemen desa itu, dihadiri setidaknya 46 orang. Mereka terdiri dari unsur ketua RT, RW, LPM, PKK, Karang Taruna, Bidan Desa, BPD, dan seluruh jajaran perangkat desa. Tampak hadir pula Babinkantibmas Polsek Ngoro, Kasi DPMD Kecamatan Ngoro dan tenaga pendamping desa. (use/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here