Wali Kota baru Mojokerto, Ika Puspitasari dan Wakil Walikota, Achmad Rizal Zakaria.

IM.com– Wali Kota baru Mojokerto, Ika Puspitasari merealisasikan janji pertamanya untuk langsung bekerja setelah dilantik, Senin (10/12/2018) lalu. Ning Ita, sapaan akrab walikota perempuan itu, sedang merancang ulang formasi kebutuhan sumber daya manusia dan perombakan jabatan guna menunjang prioritas program kerja pemerintahannya.

Ning Ita mengatakan, pihaknya tengah melakukan evaluasi total terkait kebutuhan SDM, kompetensinya dan formasi yang masih lowong. Evaluasi juga dilakukan pada program Pemkot Mojokerto yang sedang dan akan berjalan.

”Masih banyak sekali posisi jabatan yang kosong,’’ katanya kepada wartawan.

Diketahui, pasangan Ning Ita dan wakilnya, Achmad Rizal Zakaria usai pelantikan di Gedung Grahadi Surabaya, Senin lalu, menegaskan Pemkot Mojokerto di bawah kepemimpinannya akan memprioritaskan pembangunan fisik (infrastruktur) dan pengembangan ekonomi daerah melalui pertumbuhan usaha kecil menengah (UKM). Hal ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur Kota Mojokerto dengan kabupaten dan daerah lain disekitarnya. (Baca: Ning Ita Prioritaskan Infrastruktur Penanggulangan Banjirdan UKM).


Karena itu, walikota yang berangkat dari jalur independen ini menjelaskan, program-program tersebut akan berjalan mulus jika ditunjangdengan SDM yang memadai dan kompeten. Dengan demikian, kata Ning Ita, masih banyaknya jabatan yang kosong, terlebih pada posisi yang strategis merupakan PR (pekerjaan rumah) yang harus segera diselesaikan.

“Baik eselon II maupun III banyak yang kosong. Nanti kita evaluasi lagi semuanya,’’ ungkapnya.

Sebagai informasi, beberapa posisi strategis dikursi jabatan eselon II dan III di Pemkot Mojokerto memang sedang tidak adapejabatnya. Pos-pos tersebut antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perpustakaan dan Arsip, Badan PerencanaanPembangunan Kota (Bappeko), Dinas Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP), serta posisi asisten dan staf ahli.

Sebelum mengisi kursi jabatan yang kosong, Ning Ita lebih dulu ingin mengukur dan mengetahui setiap pejabat eselon II dan III di Pemkot Mojokerto yang nantinya akan ditempatkan pada posisi tersebut. Ia telah memanggil beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempresentasikan program-program.

“Selain untuk memetakan program, kegiatan ini untuk mengukur kompetensi pejabat, bagian dari rencana perombakan pejabat aliasmutasi jabatan,” tutur Ning Ita. Ia menambahkan, mutasi jabatan baru dilakukan setelah enam bulan dirinya menduduki jabatan walikota.

Terkait agenda dan rencana program yang akansegera dilakukan, kata Neng Ita, diantaranya menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mojokerto 2018-2023. Semua program kerjadan visi-misi yang sudah dijanjikan kepada masyarakat Kota Mojokerto akandiakomodir dalam RPJMD ini.

“Seluruh OPD harus menjalin koordinasi yang baik untuk menyamakan persepsi,” ujar adik kandung Bupati nonaktif Mojokerto Mustafa Kamal Pasa itu. (sum/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here