Pedagang dan warga sekitar Pasar Legi Jombang melihat kondisi puluhan lapak semi permanen yang ludes dilalap api, Senin dini hari (18/3/2019).

IM.com – Kebakaran terjadi di Pasar Citra Niaga (Pasar Legi), Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin dini hari (18/3/2019). Api melahap habis 35 kios yang mengakibatkan pedagang mengalami kerugiaan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Budiono, salah seorang pedagang mengaku awalnya kaget dengan kabar jika pasar tempat ia berjualan terbakar. Ia berharap nantinya ada bantuan dari pemerintah agar ia bisa berjualan lagi.

“Ini belum tahu bagiamana nantinya. Masih diperbaiki. Kalau kerugian ya banyak, ada kurang lebih Rp 10 juta,” katanya.

Sayangnya, harapan itu agaknya tidak sepenuhnya bisa terwujud. Pasalnya, Pemkab Jombang tidak mau memberi garansai akan memberi ganti rugi kepada semua pedagang yang kiosnya terbakar.

Bupati Jombang Mundjidah Wahab beralasan, banyak dari puluhan kios yang terbakar itu tidak memiliki asuransi. Selain itu, lahan yang yang digunakan untuk kios-kios tersebut milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).


“Untuk kompensasi, masih akan kita koordinasikan. Ketika saya tanya kepada ketua paguyuban pedagang, (kios) belum ada asuransi,” kata
Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, mengunjungi lokasi kebakaran, Senin (18/3/2019) .

Mundjidah menjelaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait penanganan pedagang yang kiosnya terbakar.

Penanganan pasca kebakaran yang menghanguskan puluhan kios milik pedagang, memerlukan kejelian sebab kios-kios yang terbakar tersebut berdiri diatas lahan diluar kewenangan Pemkab Jombang.

Puluhan kios tersebut, ujar Mundjidah, berdiri di atas lahan milik PT KAI. Selama ini, pengelolaan pasar ditangani oleh Pemerintah Desa Jombang, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

“Kami akan koordinasi untuk ke depannya bagaimana. Karena ini kan juga tanah PT KAI, dulu ini stasiun. Dari PT KAI disewakan kepada desa, BUMDes yang mengelola sendiri,” katanya

Kebakaran itu terjadi sekitar Senin dini hari. Api dengan cepat membakar lapak semi permanen dan menghanguskan barang milik para pedagang. Hal itu karena banyak barang milik pedagang dari jenis material yang mudah terbakar.

“Ada 35 kios dan empat hunian milik masyarakat. Kebanyakan ludes terbakar,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang Abdul Wahab di Jombang, Senin (17/3/2019).

Tim pemadam kebakaran berupaya keras memadamkan api. Hingga Senin pagi, petugas masih berupaya memadamkan bara api di sejumlah titik yang terlihat masih menganga.

“Agar api tidak kembali berkobar,” ucap Wahab.

Wahab mengatakan, sejumlah pedagang sudah datang ke lokasi pasar sejak dini hari. Hingga Senin siang tadi, beberapa pedagang masih mencoba mengais berbagai material dan barang yang masih bisa diselamatkan.

Namun, pihaknya tetap meminta agar para pedagang untuk tidak mendekati pasar, sebab masih terdapat bar api.

“Dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan saat mereka nekat masuk ke pasar yang banyak menyisakan puing yang terbakar,” tandasnya.

Saat ini tim dari BPBD masih berupaya menghitung kerugian akibat kebakaran ini. BPBD bersama Pemkab Jombang juga fokus untuk membantu para pedagang yang mengalami musibah kebakaran itu.
(ant/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here