Direktur RS Kamar Medika Rambo Garudo didampingi Forkopimda Kota Mojokerto memberikan tali asih pengobatan gratis kepada orang tua Riyanto ketika peringatan Haul Riyanto ke-19, Sabtu (14/12/2019). Foto: Martin

IM.com – Rumah Sakit Kamar Medika memberikan keistimewaan kepada orang tua alrmarhum Riyanto berobat gratis seumur hidup. Hal itu sebagai tali asih dan apresiasi RS Kamar Medika atas jasa Riyanto sebagai pejuang kemanusiaan dan kerukunan antar umat beragama.

Tali asih pengobatan gratis seumur hidup itu diberikan langsung oleh Direktur RS Kamar Medika, Rambo Garudo kepada orang tua Riyanto saat perayaan Haul ke-19, Sabtu (14/12/2019). Forkompimda Kota Mojokerto juga hadir dalam acara ini.

“RS Kamar Medika akan membantu memberikan pelayanan kesehatan kedua orang tua riyanto sesuai dengan standar RS. Meliputi rawat inap juga rawat jalan, karena usia kedua orang tua riyanto yang tidak lagi muda, tentu akan membutuhkan perhatian khususnya dalam hal kesehatan,” kata dr Rambo Garudo.

Rambo mengatakan, pihaknya telah datang ke rumah mendiang Riyanto dan banyak diskusi dengan keluarga. Menurut Rambo, orang yang sudah berusia lanjut biasanya mudah terkena penyakit seperti darah tinggi, diabetes atau nyeri sendi.

“Walaupun kita semua berharap kesehatan kedua orang tua Riyanto ini terus membaik sampai nanti, tidak ada salahnya kita mempersiapkan hal hal yg tidak kita duga,” tutur Bendahara GP Ansor Kota Mojokerto itu.

Riyanto merupakan anggota Banser ikut mengamankan peringatan Misa Natal 24 Desember 2000 di jemaah Gereja Gereja Ebben Haezer, Kota Mojokerto. Riyanto wafat ketika mengamankan bom agar tidak meledak di gereja dan menimbulkan ratusan korban jiwa.

Setiap tahun, aksi heroik Riyanto menyelamatkan ratusan orang di dalam dan luar gereja dari ledakan bom itu terus dikenang. Pemuda yang wafat di usia 25 tahun itu pun digelari pahlawan kemanusiaan. (Baca: Mengenang 19 Tahun Haul Riyanto, 1.900 Orang Tabur Bunga dan Kirab Bendera Merah). (im)

https://inilahmojokerto.com/14/12/2019/video-kisah-riyanto-anggota-banser-pahlawan-kebhinekaan-dan-toleransi/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here