Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) ketika meninjau proyek pembangunan pemandian Sekarsari yang sudah mencapai 55 persen, Rabu (9/9/2020).


IM.com –
Progres revitalisasi pemandian Sekarsari, di Jalan Empunala Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto sudah mencapai 55 persen. Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan proyek tersebut rampung pada 7 Desember 2020

Pemkot memang menggenjot pembangunan pemandian Sekarsari. Sebab, kolam renang legendaris itu diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Onde-Onde.

“Saya hanya ingin memastikan kolam renang ini adalah salah satu destinasi buatan yang kita siapkan untuk menjadi satu tujuan wisata di Kota Mojokerto,” jelas walikota yang akrab disapa Ning Ita.

Ning Ita mengungkapkan, kolam renang yang sudah berumur 50 tahun itu akan memiliki sejumlah keunggulan dibanding tempat pemandian pada umumnya, terutama di Mojokerto. Selain melegenda dan memiliki ciri khas ornamen nuansa Majapahit, Pemandian Sekarsari bakal menyediakan tempat parkir yang cukup luas.

“Tempat parkir kolam renang Sekarsari bisa menampung 30 mobil dan 70 sepeda motor, sangat luas,” tutup Ning Ita.

Selain itu, kolam renang yang berukuran panjang 25 meter dan lebar 12,5 meter memenuhi standar Internasional. “Kolam renangnya berkedalaman 1,6 meter, standar internasional. Bisa untuk pelatihan atlet renang atau profesional,” tuturnya.

Walikota menambahkan, proyek revitalisasi Sekarsari tahun ini hanya untuk pembangunan kolam renang dan tempat parkir. Berikutnya, pada tahap 2 tahun depan, Pemkot akan membangun untuk food court dan landscape

Dalam membangun destinasi wisata di Kota Mojokerto, selain menyiapkan pembangunan fisik seperti revitalisasi pemandian Sekarsari, Pemkot juga tengah menyiapkan aspek penunjang lainnya. Antara lain menyiapkan SDM yang unggul dan kreatif di bidang kepariwisataan. (Baca: Pemkot Mojokerto Poles Volunteer Menjadi SDM Kreatif Bidang Pariwisata).

Misalnya pelatihan untuk menjadi pemandu wisata, branding produk, kuliner pemula dan professional. Ada pula, profesi pemandu wisata ecopark, budaya, tematik, dan yang baru saja diselenggarakan adalah pelatihan tata kelola destinasi pariwisata. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here