Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati usai meresmikan wana wisata alam Poetoek Soeko di Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, Kamis (1/4/2021).

IM.com – Panorama alam “Poetoek Soeko” di Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, resmi menjadi salah satu kawasan wisata favorit di Kabupaten Mojokerto. Keindahan alam pegunungan di wana wisata itu diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Wisata alam Poetoek Soeko bakal semakin populer setelah Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati melaunchingnya pada Kamis (1/4/2021) pagi. Wisata yang memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) dengan lokasi strategis memiliki daya tarik keindahan alam perbukitan dengan latar pemandangan Gunung Penanggungan.

Sejak dibuka sebagai tempat wisata pada Desember 2020 lalu, jumlah pengunjung Poetoek Soeko terus meningkat. Alhasil, pendapatan yang dikelola BUMDes Sukosari pun melonjak hingga mencapai Rp 60 juta per bulan.

“Kami sudah merintisnya sejak 2017. Hasil pendapatan bulan pertama adalah Rp 8 juta, selanjutnya Rp20 juta, hingga saat ini mampu mencapai Rp 60 juta per bulan. Dengan dukungan BUMDes, kami berupaya agar ke depan bisa beroperasional secara mandiri. Wisata ini masih membutuhkan banyak infrastruktur,” kata Kades Sukosari, Purnaji dalam laporannya di acara launching Poetoek Soeko, Trawas, Kamis (1/4/2021).

Purnaji menceritakan awal mula ide pendirian Poetoek Soeko berangkat dari minimnya tanah pertanian yang bisa digarap karena keterbatasan irigasi. Ia merinci, dari 131 hektar luas Desa Sukosari, sekitar 11 persennya adalah tanah persawahan yang kurang maksimal karena problem irigasi.

“Maka terobosan ini lahir dengan harapan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. TKD yang digunakan untuk Poetoek Soekoe ini merupakan milik kades dan lima orang perangkatnya, yang sekarang diubah jadi sembilan orang perangkat,” cerita Purnaji.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Ikfina menyatakan dukungannya agar wisata Poetoek Soeko menjadi salah satu tujuan destinasi baru wisata Kecamatan Trawas. Meski dalam masa pandemi, bupati yakin wisata ini akan mampu memberi warna baru di tengah kejenuhan masyarakat karena dampak pandemi.

“Tidak ada yang dapat menjamin pandemi berakhir. Kita harus berupaya hidup sehat, produktif dan ekonomi pulih. Poetoek Soeko hadir di saat yang tepat. Masyarakat sudah haus untuk berwisata. Desa Sukosari menangkap peluang ini dengan sangat baik. Pengunjung datang ke sini lalu selfie, diunggah ke medsos, dapat like dan view, akhirnya yang melihat juga penasaran ingin ke sini,” tutur bupati.

Tidak lupa, bupati mengingatkan kembali agar tempat-temapt wisata di Kabupaten Mojokerto, tetap memenuhi standar protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah. Dengan mengandalkan potensi dan keunikan yang dimiliki, bupati juga ingin agar wilayah lain dapat menggali potensi masing-masing untuk dikembangkan sebagai roda penggerak ekonomi masyarakat.

“Kita harus menata dan meramaikan kembali wisata, meski dalam situasi berbeda. Tetap penuhi prokes. Kita pun harus memikirkan bagaimana kita menyusun tindak lanjut pengembangannya ke depan,” tuturnya.

Ikfina mendorong agar ada sinergi yang saling menunjang antar wilayah. Ia tak berharap desa lain di sekitar Poetoek Soeko berlomba membuat kawasan wisata yang sama.

“Wisatawan ingin pilihan bervariasi, setiap wilayah juga pasti punya keunikan masing-masing. Infrastruktur dan sistem pun harus mendukung. Pariwisata itu butuh tempat, sarpras memadai, masyarakat yang ramah, juga makanan yang lezat,” cetus Bupati Ikfina. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here