Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Rektor Ubaya Benny Lianto disaksikan Ketua Yayasan Ubaya Anton Priatno menandatangani MoU di Integrated Outdoor Campus (IOC) Ubaya, Kecamatan Trawas, Senin (12/4/2021) pagi.

IM.com – Pengembangan Sumber Daya dan Potensi Daerah serta Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat menjadi salah satu prioritas program pembangunan Kabupaten Mojokerto. Untuk mencapai itu, Pemkab bekerjasama dengan dengan Universitas Surabaya (Ubaya).

Kerjasama ditandai dengan penandatangan perjanjian bersama (MoU) oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Rektor Ubaya Benny Lianto di Integrated Outdoor Campus (IOC) Ubaya, Kecamatan Trawas, Senin (12/4/2021) pagi. Penandatanganan ini disaksikan Ketua Yayasan Ubaya Anton Priatno.

Bupati menyampaikan, untuk menjalankan program kerja di era teknologi informasi, Pemkab Mojokerto butuh bersinergi dengan berbagai stakeholders, salah satunya civitas akademika. Sinergi itu dalam rangka pengembangan potensi desa, SDM, cagar budaya, lingkungan, sarana prasrana umum, hingga kerjasama di bidang akademik.

“Dalam tatanan SDM pemerintahan, kami sedang kekurangan ASN padahal pekerjaan sangat banyak. Banyak yang merangkap jadi Plt, ini termasuk salah satu tantangan kami saat ini di samping tantangan lainnya. Namun, Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan terus memaksimalkan potensi yang ada saat ini, dengan tetap berpedoman pada aturan berlaku,” kata bupati.

Ikfina menambahkan, pembangunan di Kabupaten Mojokerto saat ini diawali dari desa. Apalagi dengan sokongan dana desa, alokasi dana desa dan bantuan keuangan desa dari pemerintah pusat.

“Kami harap kita bisa terus bersinergi untuk meningkatkan SDM dan SDA pedesaan,” ujar Ikfina.

Ketua Yayasan Ubaya Anton Priatno, pada kesempatan yang sama menjelaskan, IOC di Kecamatan Trawas adalah kampus ketiga Ubaya yang mengusung misi pendidikan berkarakter dan holistik. Pada awal-awal tahun berdirinya, lanjut Anton, pihaknya mengajak petani lokal setempat untuk berinovasi dalam pengembanagn Sumber daya alam.

“Pembebasan tanah (IOC Ubaya Trawas) kami laksanakan sekitar tahun 1986 dan mulai dibangun sekitar 1998 dan 1999. Ketika pembebasan, kami mengajak petani sini untuk. Kami ajak mereka studi tanam salak pondoh ke Salatiga. Itu salah satu kenangan dan harapan kami, agar kita bisa terus bersinergi,” kata Anton. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here