Air setinggi lutut orang dewasa merendam lingkkungan padat penduduk di empat kelurahan di Kota Mojokerto, Jumat (21/1/2022) malam.

IM.com – Hujan deras selama tiga jam mengakibatkan lingkungan padat penduduk di empat kelurahan di Kota Mojokerto, terendam banjir, Jumat (21/1/2022) malam. Selain tingginya debit air hujan, banjir juga dipicu saluran di sekitar permukiman yang mengalami pendangkalan dan tersumbat sampah.

Lingkungan yang terendam banjir yaitu di Kelurahan Gedongan, Jagalan, Purwotengah dan Magersari. Ketinggian banjir rata-rata di atas 30 centimeter.

“Banjir ini terjadi setiap turun hujan deras, apalagi kalau berlangsung lama, kemarin selama tiga jam, ” ujar salah satu warga, Andi, Sabtu (22/1/2022).

Andi berharap Pemerintah Kota Mojokerto segera turun melakukan normalisasi saluran air. Sebab, jalan-jalan poros yang terendam sangat menghambat aktivitas warga.


Plt Kasatlak Penanggulangan Bencana Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono menjelaskan, luapan air disebabkan hujan deras sejak pukul 16.00 sampai sekitar pukul 19.00 WIB. Namun ketinggian air di Kelurahan Gedongan, Magersari dan Jagalan hanya 10-15 cm pada pukul 20.00 WIB.

Pihaknya berupaya mengatasi genangan malam ini dengan mengoperasikan sejumlah pompa air untuk membuang air ke Sungai Sadar dan Sungai Brantas. Sehingga saat ini genangan di tiga kelurahan sudah surut.

“Karena kondisi geografis kota berupa cekungan, dan pemkot sudah maksimal dengan membenahi drainase dan beberapa titik mesin pompa. Kondisi sekarang jauh lebih sedikit titik-titik yang tergenang banjir karena sudah ada pompanya,” tandas Dodik.

Sebelumnya, banjir juga merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto, usai hujan deras yang mengguyur pada Kamis (20/1/2022). Kegiatan belajar siswa SD di Desa Modongan, Kecamatan Sooko, terganggu akibat sekolah terendam air.

Air setinggi 20 cm menggenangi halaman sekolah sehingga beberapa kegiatan siswa terpaksa dihentikan. Banjir yang merendam halaman SDN Modongan diakibatkan meluapnya aliran sungai avour yang berada tepat di depan sekolah.

Selain SD, halaman Puskesmas Pembantu (pustu) juga Modongan terendam banjir, bahkan lebih parah dengan ketinggian air sekitar 35 cm. Kendati, air tidak sampai masuk ke dalam pustu.

“Air meluap mulai Kamis malam pukul 19.00 WIB. Sudah langganan mulai dulu kalau hujan deras pasti banjir. Karena meluapnya Sungai Modongan,” ungkap Ketua RT 1 RW 4 Dusun Modongan, Dasun.

Tak hanya fasilitas umum, banjir di kawasan itu juga merendam 100 rumah warga, jalan desa sepanjang 500 meter dan areal sawah seluas 20 Ha. Ketinggian air rata-rata mencapai setinggi 10-50 cm. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here