Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam kegiatan sosialisasi minum Tablet Tambah Darah (TTD) yang dikemas dalam agenda Jumat CERIA (Cantik, Enerjik, Rajin, Inovatif, dan Aktif) di SMAN 1 Ngoro, (23/9/2022).

IM.com – Kondisi kekurangan sel darah merah di dalam tubuh atau yang dikenal dengan anemia sering dialami oleh anak remaja putri karena mengalami siklus menstruasi setiap bulan. Oleh karena itu, mereka dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dilengkapi Tablet Tambah Darah (TTD) karena keduanya menjadi faktor pendukung utama dalam memproduksi sel darah merah pada tubuh.

Demikian imbauan disampaikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam kegiatan sosialisasi minum Tablet Tambah Darah (TTD) yang dikemas dalam agenda Jumat CERIA (Cantik, Enerjik, Rajin, Inovatif, dan Aktif) di SMAN 1 Ngoro, (23/9/2022). Ia mengimbau para remaja putri untuk minum TTD setiap minggu dan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi.

“Jadi makanan apa saja yang mengandung zat besi yaitu bayam, kacang-kacangan, jeroan, tapi lebih tepatnya adalah hati. Jadi makanan yang paling tinggi kandungan zat besinya yaitu hati, bisa hati ayam, hati kambing, hati sapi, kemudian udang dawu, dan kuning telur. Karena faktanya 1/3 sampai 2/3 remaja putri di Indonesia mengalami kekurangan darah,” kata Bupati Ikfina Fahmawati

Kegiatan Jum’at Ceria dhadiri pula oleh Kepala Dinas Kesehatan, Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kepala Sekolah SMAN 1 Ngoro, Wardoyo, Forkopimca Ngoro. Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan kacamata gratis untuk siswa-siswi SD, SMP, SMA yang ada wilayah puskesmas Ngoro.


Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto itu mengatakan, remaja putri yang mengalami kekurangan zat besi tidak hanya menyebabkan kekurangan darah. Akan tetapi juga bisa menyebabkan otak tidak bisa berpikir dengan cepat dan tidak bisa konsentrasi. Menurutnya, menstruasi tidak bisa dihentikan setiap bulan, sehingga solusinya harus makan makanan yang mengandung zat besi.

“Terdapat dua faktor yang dapat menghambat dan mempercepat penyerapan zat besi pada tubuh, yakni minum kopi dan teh setelah makan sebelum satu jam dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Akan tetapi minum jus jeruk atau semacamnya bisa mempercepat penyerapan zat besi di dalam usus,” ujarnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini juga membeberkan, penyerapan zat besi dalam tubuh ada 2, bisa berbentuk Ferri dan Ferro. Bupati mengatakan ada zat asam di dalam perut yang bentuknya Ferro maka akan mudah diserap, namun jika bentuknya Ferri maka akan susah diserap.

“Ada 2 yang menghalangi penyerapan zat besi cukup diingat dua saja yaitu teh dan kopi. Jadi anakku semuanya khususnya remaja putri ini kalau kalian sedang makan. tolong minumnya jangan teh atau kopi. boleh teh dan kopi tapi minumnya  nunggu 1 jam setelah makan. Karena jeda waktu itu makanan akan bisa terserap dengan baik,” bebernya.

Ikfina juga berharap dengan minum TTD setiap minggunya itu para siswa-siswi sebagai calon ibu nanti akan lebih siap menghadapi kondisi kehamilan. “Sehingga para wanita akan mampu mencetak generasi yang lebih unggul dan terhindar terjadinya stunting,” pungkasnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here