Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro memaparkan pertumbuhan ekonomi yang meningkat sejalan dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2023.

IM.com – Kota Mojokerto terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Indikator positifnya tampak dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang kembali turun menjadi 4,73 persen pada Agustus 2023.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mojokerto, angka TPT yang dirilis pada 29 Desember 2023 tersebut lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2022 yakni 5,05 persen. Hal ini menunjukkan tren positif dalam pemulihan ekonomi dan ketenagakerjaan di Kota Mojokerto.

“Alhamdulillah TPT Kota Mojokerto kembali menurun. Tentu hal ini berkat upaya masif yang dilakukan mulai dari fasilitasi pelatihan kerja berbasis kompetensi, job fair, serta tidak lepas dari peran para investor yang masuk ke Kota Mojokerto,” terang Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, Kamis (4/1/2024).

Menurutnya jika banyak pengusaha semangat untuk berinvestasi dan menyerap tenaga kerja di Kota Mojokerto maka akan sangat membantu menurunkan TPT. Ali mengatakan, salah satu arahan yakni Presiden Joko Widodo meminta peningkatan investasi untuk menciptakan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya.

“Untuk itu pelayanan perizinan terus kita sederhanakan dan dipercepat sehingga akan menarik investasi,” tutur sosok yang akrab disapa Mas Pj. Wali.

Selama tiga tahun terakhir, TPT Kota Mojokerto sempat naik dari 6,74 persen pada 2020 menjadi 6,87 persen di 2021 akibat pandemi Covid 19. Kemudian turun menjadi 5,05 persen pada tahun 2022 hingga meloroto ke angka  4,73 persen pada tahun 2023.

Seiring dengan menurunnya TPT Kota Mojokerto, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kota Mojokerto juga mengalami peningkatan. Dari 69,41 persen pada Agustus 2022, naik menjadi 72,50 persen pada Agustus 2023.

Adanya peningkatan TPAK akan berpengaruh  terhadap Pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Hal tersebut berdampak pada peningkatan produktivitas yang pada akhirnya akan memicu kenaikan Produk domestik bruto (PDB) dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu ke depan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM Kota Mojokerto untuk meningkatkan serapan angkatan kerja Kota Mojokerto di dunia kerja dan dunia industri. Peningkatan itu bisa dilakukan melalui pelatihan dan juga penambahan skill.

“Dengan kualitas yang meningkat kami optimis serapan angkatan kerja kita juga akan meningkat dan TPT kita juga akan terus menurun ke depannya,” pungkas Ali. (im)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini