Peserta didik saat membuat karya batik Shibori dihalaman sekolah. Jumat (2/2/2024)./Karimatul Maslahah/

Ditanya mengapa memilih batik Shibori sebagai tema implementasi kegiatan P5, ia menyebutkan, Shibori memiliki keistimewaan tersendiri berupa unsur warna dan motif yang tidak terduga dari proses pencelupan, karena proses pembuatannya sama dengan pewarnaan tie dye dengan teknik ikat dan celup.

Dalam penggunaanya, kain shibori bisa dipakai dalam berbagai kegiatan baik itu formal maupun informal dan dapat pula dikreasikan menjadi berbagai produk fashion. Oleh sebab itu pemilihan tersebut dimaksudkan untuk melatih motorik peserta didik agar mampu mengenal berbagai macam warna batik.

“Karena ini anak SD jadi kita buat batik yang sederhana yaitu batik Shibori yang tidak membutuhkan banyak bahan tapi warnanya cerah dan bisa di jangkau di kalangan masyarakat dan Sekolah yang ada di desa Seperti kami,” jelas dia.

Tak hanya terpaku pada kain yang dibatik, peserta didik juga membuat barang-barang yang memiliki nilai jual. “Hasilnya banyak sekali seperti tempat pensil, tas, bantalan kursi dan variasi yang lain sehingga di kegiatan market day nanti bisa dijual belikan,” katanya.

Hasil dari market day itu, akan digunakan lagi untuk kegiatan P5, sehingga pengetahuan dan kreativitas peserta didik bisa meluas.

“Biaya P5 di SD kecil seperti kami ini sangat minim sekali, kadi hasilnya kita putar untuk kegiatan P5 lagi,” pungkasnya. (ima)

180

1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini