Massa pengnjuk rasa membentangkan poster jumbo berukuran 4x6 meter memampang foto Bupati Ikifna Fahmawati dan suaminya, mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa serta Sekda Teguh Gunarko yang diwarnai tulisan berbagai kriitikan pedas di depan Kantor Pemkab Mojokerto, Rabu (15/6/2022).

IM.com – Untuk pertama kalinya, kepemimpinan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mendapat goyangan cukup keras lewat aksi unjuk rasa. Ratusan orang yang menamakan diri Gerakan Harimau Mojokerto Nusantara menyatakan mosi tidak percaya kepada sang kepala daerah karena dinilai lebih pro golongannya dan pengusaha, ketimbang kepentingan masyarakat.

Dengan pakaian seragam warna hitam, massa Gerakan Harimau Mojokerto melakukan long march (jalan kaki) dari titik kumpul Jalan Teratai, Kecamatan Sooko, menuju Kantor Bupati Mojokerto, Jalan A. Yani No. 145 Mojokerto, Rabu (15/6/2022). Setibanya di depan kantor Pemkab Mojokerto koordinator aksi Puji Samtoyo, langsung melakukan orasi.

Dalam orasinya, Samtoyo mengatakan aksi unjuk rasa ini merupakan wujud kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Ikfina Fatmawati. Ia menunjuk keranda mayat yang digotong massa sebagai simbol matinya keberpihakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto kepada masyarakat.

“Indikatornya bisa dilihat dari pelayanan publik tidak sesuai dengan hati nurani masyarakat. Kebijakan program dan kerja birokrasi lebih sering memberikan kepuasan pada penguasa daripada untuk masyarakat,” tandasnya.

Di tengah orasi tersebut, Kepala Kesbangpol Kabupaten Mojokerto, Nugroho Budi Sulistiya mewakili Bupati Ikfina akhirnya membuka pintu dialog dengan perwakilan pengunjuk rasa. Di dalam ruangan audiensi, delegasi massa demonstran menyampaikan tuntutannya yang dimediasi oleh pihak kepolisian.

Selang beberapa menit, perwakilan pengunjuk rasa keluar dari ruangan dan berkumpul lagi bersama massa. Samtoyo dengan memegang Bendera Merah Putih kembali melakukan orasi dengan diiringi  nyanyian lagu-lagu nasionalisme.

Setelah itu, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Selama unjuk rasa, massa mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dipimpin Kabag Ops Polresta Mojokerto Mariyoko dan Kabag Ops Polres Mojokerto.

Dalam aksi damai itu, para pendemo juga membawa poster beragam ukuran dan tulisaanbernada kritikan kepada Bupati Ikfina dan Pemkab Mojokerto. Di antaranya, poster bertuliskan mosi tidak percaya ‘Bupati Ikfina, Pemkab Mojokerto Di Sabotase MKP’ dan ‘Wayahe Mojokerto Tangi’.

Selain itu juga ada poster bertuliskan ‘Bupatine Oleng’, 5 Juni Hari Lingkungan hidup se Dunia hanya Pencitraan, Galian C Ilegal Mojokerto Dibiarkan Donk’. Pengunjuk rasa juga membentangkan Sebuah poster berukuran 4×6 meter yang memampang foto Ikfina Fatmawati dan suaminya yang juga mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa serta Sekda Teguh Gunarko.

Dalam poster ukuran besar tersebut terdapat beberapa tulisan. Antara lain membiarkan ‘Koruptor MKP Mengatur Pemerintahan’, ‘Tebang Pilih Berantas Galian C Ilegal’, ‘Manipulasi Seleksi Sekda 2021, Melanggengkan Jual Beli Jabatan’.

Ada juga tulisan ‘Ratusan Nyawa Mati Karena Efisiensi APBD 2021’, ‘Omong Kosong Pembangunan Jembatan Talunbrak’, ‘Pemaksaan Pembelian Material Pembangunan BK ke Perusahaan Pribadi MKP, Merusak mental pejabat menjadi Budak Penguasa’. Kemudian tulisan ‘Membungkam Peran Masyarakat Dalam Pengawasan’, ‘Memecah Belah Persatuan Masyarakat’, ‘Pemilik 37 dari 80 Aset TPPU MKP’ dan ‘APBD bukan untuk Kepentingan Masyarakat tapi untuk Kenyamanan Penguasa’. (im)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini