IM.com – Lomba lukis mural memperingati Hari Bumi kali pertama digelar di Kabupaten Mojokerto. Mengangkat tema Pelestarian Lingkungan Hidup, kegiatannya dipusatkan di depan Stadion Gajah Mada, Mojosari, Kamis pagi (25/4-2019).

Even yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, diikuti 43 grup dari kalangan umum dan pelajar di Kabupaten Mojokerto.

“Lomba lukis mural seperti ini baru kali pertama digelar di Kabupaten Mojokerto. Ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bumi yang puncaknya nanti akan digelar 30 April mendatang,” ujar Djarot Cahyono, Sekretaris Panitia Hari Bumi, Kabupaten Mojokerto.

Setiap peserta disediakan sebidang media tembok ukuran 2 x 3 meter. Panitia menyediakan 45 titik pada bentangan tembok sepanjang 200 meter.


Para peserta diberi fasilitas cat, tenda, konsumsi dan fasilitas penunjang lainnya. Setiap peserta diberi waktu sekitar enam jam untuk menyelesaikan karyanya dari semula hanya 2,5 jam.

Meski baru kali pertama digelar, animo sejumlah penggiat mural di Mojokerto relatif tinggi. Para pesertanya tidak sekadar dari penggiat mural yang sudah ada di Mojokerto. Sejumlah pelajar dan komunitas supporter bola juga ikut meramaikan gelaran ini.

Satu diantaranya Curva Sub Mojopahit (CSM), sebuah komunitas supporter bola yang antusias mengikuti lomba ini.

“Kebetulan di CSM juga memiliki kegiatan mural. Biasanya sebelum pertandingan CSM sering menggelar aksi koreografi yang kegiatan ini teknisnya hampir sama dengan melukis mural,” ujar Saifuddin, Ketua CSM ditemui di lokasi.  

“Diharapkan lomba lukis mural seperti ini bisa digiatkan lagi di Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi wahana ekspresi para seniman pelukis mural di Kabupaten Mojokerto,” kata Djarot.

“Digelarnya lomba lukis mural di depan stadion Gajah Mada, juga rangkaian persiapan lomba Adipura. Diharapkan karya pelukis mural yang mengikuti lomba ini dapat menambah keindahan saat penilaian lomba Adipura,” katanya.

Kepala DLH, Zainul Arifin berkeinginan menambah keindahan Kota Mojosari sebagai kota peraih Adipura. Dulunya, kawasan ini kurang terawat.

“Adanya karya para peserta lomba lukis mural kami ingin sentuh keindahan kawasan ini. Mudah – mudahan masyarakat senang melihatnya, karena penampilannya agak beda dibanding kemarin,” pungkas Zainul Arifin,di lokasi.  (tin/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here