Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memimpin rakor pencegahan dan penanganan Covid-19.

IM.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto Pemkot merancang sejumlah langkah untuk mencegah penyebaran virus corona di kota yang baru saja masuk zona merah. Ini  seorang warga yang terkonfirmasi positif virus corona.

Upaya pertama pertama yakni memberdayakan dan melakukan inkubasi kemandirian ekonomi masyarakat terdampak. Dalam hal ini, Pemkot akan bekerjasama dengan 19 BUMN, 1 BUMD Provinsi Jawa Timur dan 2 BUMD Kota Mojokerto.

“Rakor sudah dilakukan Selasa kemarin,” kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Sabtu (2/5/2020).

Selanjutnya, pemkot menyiapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Bantuan Sosial (Bansos) dalm bentuk baksos untuk 5.500 Kepala Keluarga (KK). JPS dan Bansos ini utamanya diberikan untuk warga terdampak, PKL dan IKM/UKM/UMKM.

Selain itu, ada penyaluran BPNT-APBM Covid 19 selama 9 bulan. Masing-masing sebesar Rp 200 ribu untuk 2.081 KK.

Kemudian penyaluran Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp 600 ribu selama 3 bulan dari Kemensos yang akan diterima sebanyak 11.556 KK di Kota Mojokerto.

“Datanya (penerima) sedang proses entri dan verifikasi oleh Dinas Sosial (Dinsos),” ujar walikota yang akrab disapa Ning Ita.

Pemkot juga membagikan masker untuk masyarakat dan pedagang. Jumlahnya, dari target 140.000 biji, sebanyak 10.000 biji sudah dibagikan.

“Masker diproduksi IKM terdampak yang kita berdayakan. Saat ini 31.445 masker sedang dalam proses produksi,” ucap Ning Ita.

Di luar itu, ada pula bantuan masker dari sejumlah perusahaan sebanyak 9.500 biji. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here